We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Because Of Choosing

Because Of Choosing

  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 1, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Namanya Violinsyha Clara. Kerap dipanggil Vio atau Violin. Menceritakan tentang kehidupan yang konyol,namun sebuah masalah datang dan mengharuskan Violin membuat sebuah pilihan yang akhirnya sangat mengecewakan. "Yaudah nggak usah basa basi,lo pilih siapa?!"-ucap Azkia. "Lo nggak usah ngerasa jadi seseorang yang paling tersakiti deh Az!"-cetus Violin. "Udah Vi,sabar"Ucap Alana Dan Reka. "Gw ngak pilih dia!karna gw ngak pernah suka sama dia!"lanjut Violin dengan nada dingin. Alana Adisty dan Reka Sabina adalah dua sahabat Violin yang selalu mendampingi Violin dalam.keadaan apapun. "Kalo Violin ngak bisa terima gw,ngak masalah.Gw masih bisa cari yang lain,tapi bukan lo!"tegas Afrijal.Dan pergi meninggal tempat itu. Azkia diam,tatapan nya kosong,fikirannya kacau. Dia benci hidup nya. "Semua ini karna lo Vi!!,lo liat apa yang bakal gw lakuin buat lo!!"Ucap Azkia lalu pergi. Keadaan Dan waktu yang memaksa Violin membuat sebuah pilihan.Yang berakhir kehilangan.
All Rights Reserved
#29
komplikasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lautan tak berujung
  • Antara Cinta dan Persahabatan
  • CLOVER 2007 (END)
  • Minus A
  • Figuran Dalam Novel BL
  • Discovery Of Love (Completed)
  • Kapal Kertas
  • CINTA DI LANGIT DUA ARAH (END)
  • IGNITES (END)

"Rumah tidak harus berbentuk bangunan. Kamu, bisa anggap aku rumah, tempat mu kembali, tempat mu berpulang, dan tempat mu mengadu keluh kesah." -Baskara Evandro Xavier "Peluk luka ku, obati, dan jaga aku." - Lunabelle Vynessa Elwuriana. ..... Bagi Luna, mengenal Baskara merupakan anugerah terindah dalam hidupnya. Baskara datang membawa warna di hidupnya yang suram. Namun, "Luna, CUKUP!" teriak Baskara. Tapi Luna malah ngelirik dia sambil ketawa pelan. Senyum miring. Pandangan gila. "Apa lo takut, Bas? Takut gue lebih deket sama mereka daripada sama lo?" Detik itu juga... Plak. Baskara nampar Luna. Keras. Sampai Luna jatuh terduduk. Reno langsung maju, tapi Baskara udah mundur beberapa langkah. Muka Luna diem. Nggak nangis. Nggak kaget. Dia cuma senyum lagi. Lebih gila. "Lo akhirnya berani juga mukul gue ya..." Baskara gemetar. Tangannya masih ngangkat, tapi sekarang dia liatnya bukan Luna lagi. Yang dia liat cuma bayangan seseorang yang udah hilang. "Gue nggak bisa terus begini," suara Baskara berat. "Gue udah nyoba, Lun. Tapi lo nggak mau ditolong. Lo malah tenggelam. Dan sekarang lo narik gue juga." Luna diem. Baskara mundur, nafasnya berat. "Apa pun yang kita punya... sekarang udah nggak ada." Lantas bisakah keduanya tetap bersama?

More details
WpActionLinkContent Guidelines