Ruang dan Waktu

Ruang dan Waktu

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 9, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Aku ingin pulih. Aku sangat ingin melepas masalaluku yang begitu kelam. Namun bahkan aku tak dapat melihat dengan jelas jalan di depanku. Semua jalan seperti tertutup awan kelabu masalalu yang begitu pekat. Aku membutuhkan seseorang yang dapat membimbing jalanku dan menemani aku. Aku butuh kamu di sampingku. - Jingga Alana Sonata Aku takkan pernah memaksamu untuk mencintai aku. Aku pun tak dapat menjajikan hal hal muluk yang semua lelaki janjikan kepada wanitanya. yang dapat aku janjikan hanyalah aku akan.selalu berusaha menemani kamu, berada di samping kamu, mererangi jalanmu dan berusaha memperbaiki kamu. Aku hanyalah aku. Dan aku tak tahu apa yang akan terjadi kepadamu, kepada diriku dan kepada kita. Jika alam semesta telah memilih aku sebagai rumahmu, dan walaupun alam semesta tidak memilihku pun, aku akan tetap berusaha untuk melindungi kamu. - Joseph Timothy.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • My Husband Is A Cold Man
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • Rahasia akad di sepertiga Malam (Rakha dan Mala)
  • tentang sebuah rasa
  • Waiting For You
  • Istri yang tak di inginkan
  • GILANG ABRAHAM
  • About me (aku bocah alay)

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

More details
WpActionLinkContent Guidelines