Story cover for Pergilah Cinta by wilujengnur
Pergilah Cinta
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jan 09, 2019
Cinta? cinta itu pembunuh. cinta itu hanya bisa membuat Orang kuat menjadi lemah. Cinta itu Air mata, karena dia Tabu untukku.. 

Air itu mengalir.. dari pelupuk mata hanya karena Cinta.
aku lemah,, aku benci Cinta. 

-Jovannuel Alexander-


Kata siapa Cinta itu sakit? Cinta itu indah.
sayang nya aku tak tau apa itu rasa Cinta. aku hanya ingin dicintai. bukan mencintai. tapi, kau merubahnya. kau merubahku.. menjadi wanita anti cinta didunia.

-Jessie Cattleline-

---------------

dua orang yang saling membenci cinta, tapi malah saling mencintai tanpa mereka sadari. hingga berujung perpisahan. perpisahan yang justru membuat mereka berlinang penyesalan dan kenangan. Cinta yang berujung kematian...

yang gak kuat sedih jangan baca.. :)
Vote+Comment+Follow √
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Pergilah Cinta to your library and receive updates
or
#537duka
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Beauty and the Boss cover
ARKASYA cover
Serpihan Luka cover
Hate You? or Miss You?(On Going) cover
Aleysha Please Don't Go! cover
I hate but I love you(Park Jimin)  [END✓] cover
love is happiness cover
Aletta Inara [SUDAH TERBIT] cover
KETIKA HATI HARUS MERELAKAN cover
Yang Tertinggal cover

Beauty and the Boss

18 parts Complete

"Bilang kalau kamu mau aku pergi. Bilang kalau kamu nggak suka aku hadir di hidup kamu. Say it if you mean it." - Benara Wijaya Kamuflase cinta. Penorehan luka. Hancurnya kepercayaan untuk bertahan. Kepalsuan dalam sebuah keluarga membuat Aluna Sarasita tidak akrab akan cinta. Sampai seorang lelaki tampan nan mapan yang merupakan pemilik hotel Saint Wijaya tempat mereka dipertemukan, menetap di dunianya bak lentera dalam gulita. Terdengar seperti omong kosong! Bahkan lelaki biasa pun enggan menerima Saras apa adanya. Namun, Benara Wijaya benar-benar berbeda. Saras tahu, menerima Ben adalah sebuah kekeliruan. Sekalipun lelaki itu berupaya meyakinkannya, kehidupan Ben yang sempurna tetap menjadi alasan bagi Saras beranggapan Ben tidak akan pernah memahami kondisinya. Mereka berbeda. Bak bumi dan langit. Bak hitam dan putih. Saras pun semakin yakin untuk menghapus Ben dari hidupnya. Tanpa peduli harapan yang telah dibangun oleh lelaki itu. Tanpa peduli ada hati yang hancur berkeping-keping karenanya. Lantas, berhasilkah Benara Wijaya membawa Saras pada akhir kisahnya? Mampukah ia menyadarkan Saras bahwa perempuan itu adalah luka sekaligus bahagia terindahnya?