SYAHDU(A)

SYAHDU(A)

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 4, 2019
"Apa liat-liat, pakek mata lagi!" Sungut Diandra pada Veldi yang diam dan menenggelamkan tangannya disaku celana. "Liat emang pakek mata. Lo nggak lulus SD?" Sarkas Veldi seraya melebarkan mata elangnya. "Gue colok tu mata lama-lama." Sinis Diandra sambil melipat tangan di dada. "Gue liat pakek mata apa goblok?" Tanya Veldi dengan wajah merah padam menahan emosi yang memuncak. "Mata kaki 'kan ada!" Jawab Diandra kemudian melangkah meninggalkan Veldi yang masih menatapnya datar tanpa ekspresi dengan tangan mengepal dan wajah masih merah padam. Gimana kalau jodoh. [Hai Readers, kalau suka ceritaku langsung masukin kedalam perpustakaan kalian ya! Thank's]
All Rights Reserved
#129
ngeselin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naughty Nanny
  • AFIKA [ END✔ ]
  • BarraKilla
  • Senior
  • ON SIGHT (Completed)
  • Still You (Completed)
  • About You
  • Sweet Combat
  • PELANGI

"Baju lo kebuka banget. Nggak sekalian jual diri?" "Udah. Papi lo pelanggannya. HAHAHA." "Anjing!" "Nanti lo pura-pura kaget aja kalau besok gue jadi mami lo. Soalnya gue udah berhasil godain dan jebak bokap lo yang tajir itu. Berhubung lo sering rese dan bertingkah, gue bakal jadi ibu tiri yang jahat. Pokoknya siapin mental dari sekarang. Anggap aja ini hari pembalasan buat bocah nakal kayak lo." "Papi nggak mungkin suka sama cewek nggak jelas kayak lo! Nggak mungkin! Gue tau selera papi!" "Eitttss siapa bilang? Buktinya papi lo doyan banget sama gue tuh! Emang semalem lo nggak denger suara plok plok plok dari kamar papi? Itu gue lagi digempur brutal sama papi lo." "Orang gila! Lo pikir gue bakal percaya omong kosong orang nggak waras kayak lo?! Nggak! Gue kenal papi. Papi nggak mungkin ngelakuin itu apalagi sama lo! Nggak mungkin!" "Lo serius nggak denger apa pura-pura doang, nih? Padahal keras banget loh hentakan papi lo. Sayang banget ternyata nggak kedengeran. Tapi kalau suara desahan gue pasti denger dong? Yang ahh ahh itu loh. Itu pas papi lo geraknya dicepetin, mana makin keras. Makanya gue sampe jerit. Tapi gue yang minta lebih cepet, sih, hehehe." "Diem! Lo orang gila! Gue nggak mau punya mami orang gila kayak lo! Berhenti ngarang cerita!" "HAHAHAHA. Nggak sabar jadi mami tiri dan siksa lo habis-habisan. Kalau udah puas bikin lo menderita, tinggal usir deh. Hush hush hush! Pergi yang jauh. Biar gue aja yang kuasain harta papi lo. Ughh! Pasti seru banget. Apalagi kalau nanti ada scene ngakakin lo yang udah dibuang terus jadi gembel." "PAAAAPIIII!" "Pioooo ..." "Hehehe."

More details
WpActionLinkContent Guidelines