Sebuah Cuitan

Sebuah Cuitan

  • WpView
    Membaca 1,053
  • WpVote
    Vote 202
  • WpPart
    Bab 51
WpMetadataReadLengkap Sel, Feb 25, 2020
Disini hanya berisi hal hal yang berisi tentang curhatan saya tentang apa yang dialami di hidup ini. Entah tentang asmara, pertemanan, relasi, pelajaran, karir apapun itu akan saya tuangkan disini. WARN Bahasa frontal! bagi kalian yg belum bisa membedakan mana baik buruk lebih baik jangan membaca ini. bagi yang mudah tersinggung maupun tersinggung saya tidak bermaksud menyinggung siapapun ini hanyalah curahan hati seorang author yang galau an :) Kalian pun dapat mengirim curahan hati kalian dan akan saya publish. dm saja @revandadiva
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#475
frontal
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • You Are Not Alone [ORINE] END
  • New Life As Undead {REVISI}
  • ngger adalah vandyku
  • Andai bisa
  • Self Injury's(complete)✔
  • Kamu Yang Terindah ( ORINE ) -END
  • Difficult To Forget//kuroken
  • ABOUT ERINE (orine)

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan