Gus, Kutunggu di Aya Sofya

Gus, Kutunggu di Aya Sofya

  • WpView
    Lecturas 12,603
  • WpVote
    Votos 426
  • WpPart
    Partes 11
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, jul 11, 2020
WpInfo
Ficción
Temas Sociales
Pria itu masih saja mematung di tempatnya berdiri, memandangi punggung wanita berhijab coklat susu yang sedang mendorong troli menjauh dan menjauh dari jangkauannya. Siapa yang tidak berat melepas kepergian kekasih hati? Sedangkan, Si wanita yang baru saja memasuki check in counter tiba-tiba saja menoleh. Iris hitamnya menatap lekat biji mata pria berpeci di seberang sana. Bibirnya mengukir senyum, sebuah senyuman yang sulit didefinisikan. "Gus, kutunggu di Aya Sofya" Aihh... Malam Maulid itu, siapa sangka ternyata akan menghantarkan ia dan ia pada cerita segala rasa? *** Tentang seuntai rasa seorang Hadziq al Mubarak, penerus utama pengasuh Yayasan Darun Najah. Tentang sejuta mimpi Athya Uzhma, gadis biasa yang masih berstatus mahasiswi. Dan ketika kaki langit menyentuh muka samudra, akankah bintang dan bintang laut akhirnya dapat saling menggenggam tangan?
Todos los derechos reservados
#40
turki
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ijbar [Selesai]
  • Pujaan Hati ( Ya habibal Qalbi)
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • Tasawuf Cinta
  • HIDIYAH (7 PASANG MUJAHID) TERBIT
  • Sayap-Sayap Doa Setetes Hidayah Sejuta Hikmah
  • Al & El : Gus, atau Pengurus? | Lanjut After Married
  • Cinta Dalam Iman
  • SATU NAMA DALAM DO'AKU

Aza tak menyangka akan di pertemukan kembali dengan Altha, di saat dia sudah hampir melupakan laki-laki itu. Terlebih fakta mengejutkan, Altha merupakan penerus utama pondok pesantren yang ia tinggali. Aza cukup tahu diri, ia sudah biasa menelan kecewa, egois jika ia tetap menerobos maju di saat dirinya selalu di pandang sebelah mata oleh warga pondok. Namun satu hal yang membuat Aza bimbang, sifat Altha, perilaku Altha, yang berubah drastis dari terakhir kali mereka bertemu. "Cuma kita berdua doang Gus yang di sini?" "Emang kenapa?" "Padahal dulu Gus sering ngingetin Aza kalo kita bukan muhrim, apalagi berduaan kaya gini." "Itukan dulu, sekarang nggak lagi. Saya kaya gini juga ke kamu doang kok." "Sikap Gus yang kaya gini bikin Aza bingung tau." "Simpan aja rasa penasaran kamu sampai saya bisa menjawabnya." ***** Sebenarnya ada hubungan apa di antara mereka berdua? Akankah Aza tetap maju, atau malah mundur menjauh dan tetap berdiri di maqomnya? __________________________________ IG penulis : elkyeee001 Cover by : Cistyart __________________________________

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido