Gus, Kutunggu di Aya Sofya

Gus, Kutunggu di Aya Sofya

  • WpView
    Reads 12,603
  • WpVote
    Votes 426
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2020
Pria itu masih saja mematung di tempatnya berdiri, memandangi punggung wanita berhijab coklat susu yang sedang mendorong troli menjauh dan menjauh dari jangkauannya. Siapa yang tidak berat melepas kepergian kekasih hati? Sedangkan, Si wanita yang baru saja memasuki check in counter tiba-tiba saja menoleh. Iris hitamnya menatap lekat biji mata pria berpeci di seberang sana. Bibirnya mengukir senyum, sebuah senyuman yang sulit didefinisikan. "Gus, kutunggu di Aya Sofya" Aihh... Malam Maulid itu, siapa sangka ternyata akan menghantarkan ia dan ia pada cerita segala rasa? *** Tentang seuntai rasa seorang Hadziq al Mubarak, penerus utama pengasuh Yayasan Darun Najah. Tentang sejuta mimpi Athya Uzhma, gadis biasa yang masih berstatus mahasiswi. Dan ketika kaki langit menyentuh muka samudra, akankah bintang dan bintang laut akhirnya dapat saling menggenggam tangan?
All Rights Reserved
#86
ceritaislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Neng Zulfa
  • Al & El : Gus, atau Pengurus? | Lanjut After Married
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Ijbar [Selesai]
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • Antara Hati dan Iman ✅
  • HIDIYAH (7 PASANG MUJAHID) TERBIT
  • Imam Untuk Aisyah
  • Cinta Dalam Iman

Versi Terbaru dari "Neng Zulfa" Katanya jangan menaruh rasa pada seseorang yang tak mampu membaca muramnya wajahmu, tak mampu menafsirkan sembab matamu karena tangis, juga gelagat kepanikan jari jemarimu menahan sakit. Namun, pertanyaannya, bagaimana kalau rasa cinta itu sudah terlanjur ada? Bagaimana cara menampiknya? *** Zulfa Zahra El-Faza, seorang putri kiai yang tidak pernah tertarik dengan cinta, apalagi pernikahan di usianya yang masih relatif muda. Namun, semenjak Fatih Thoriqul Firdaus, gus dari pesantren tempatnya menimba ilmu datang dalam hidupnya, segalanya berubah. A story by Puput Pelangi

More details
WpActionLinkContent Guidelines