Love Through The Lens

Love Through The Lens

  • WpView
    LECTURAS 189
  • WpVote
    Votos 47
  • WpPart
    Partes 9
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, mar 4, 2022
"Cari gue?" Suara berat itu sukses membuat Salsa terlonjak kaget. Bagaimana tidak kaget jika Vian tiba-tiba telah berada dibelakangnya. "Ehh.. itu.. anu" Salsa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia gugup setengah mati seperti maling yang ketahuan. Tiba-tiba Vian menarik paksa kamera dari tangan Salsa. "Eh kamera gue mau lo apain?" Tanya Salsa masih dengan nada gugup. "Lo punya hak apa ngambil foto gue sembarangan?" Tanya Vian dengan tatapan mengintimidasi. "Si-siapa juga yang mau moto lo" Bohong Salsa. "Gak ada siapa-siapa tadi di depan perpustakaan selain gue" Sentak Vian. "Gue paling gak suka kalau ada yang ngambil foto gue sembarang! tanpa seizin gue!" Kata Vian setengah teriak, kemudian membanting kamera Salsa ke lantai.
Todos los derechos reservados
#100
vian
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Bucin (Completed✅)
  • Kamu
  • Heart to you.(END)
  • RAISEN
  • KEYNANDO™ ✔
  • Sweet Combat
  • DeaSea
  • AGGA
  • When Two Hearts Collide
  • DRABIA [END]

"Noh minta maaf sama Zela bukan gue, mungkin dia masih sahabat lo" Kata-Kata Vini terdengar dingin di telinga gadis menyedihkan ini. "Vin..." Ucap Dinda lirih tak sanggup lagi untuk berkata-kata. Jujur Dinda tidak mengerti maksud Vini berkata seperti itu. "Kenapa? lo nanya gue? sorry gue ngak bisa maafin lo, lo bukan orang yang gue kenal lagi Din..." Vini menggantungkan ucapannya, sangat berat melanjutkannya, tapi inilah takdirnya "-gue ngak mau punya temen bucin kayak lo" Vini menekankan kata bucin disana, dan kali ini nada bicaranya naik satu oktaf, mungkin bukan satu oktaf lagi, tapi sudah ratus oktaf hingga nafas Vini terasa sesak mengatakannya. Air mata yang sedari tadi ditahannya, kini jatuh berderai di pipinya." Gue tau gue salah Vin, maafin gue" Perkataan maaf tak pernah habis dilontarkan oleh mulut Dinda. ~Ketika kekecewaan mencapai puncaknya, ia bisa menghancurkan pertahanan yang sudah lama di bangun dengan sepenuh jiwa~

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido