Love Through The Lens

Love Through The Lens

  • WpView
    Leituras 189
  • WpVote
    Votos 47
  • WpPart
    Capítulos 9
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, mar 4, 2022
"Cari gue?" Suara berat itu sukses membuat Salsa terlonjak kaget. Bagaimana tidak kaget jika Vian tiba-tiba telah berada dibelakangnya. "Ehh.. itu.. anu" Salsa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia gugup setengah mati seperti maling yang ketahuan. Tiba-tiba Vian menarik paksa kamera dari tangan Salsa. "Eh kamera gue mau lo apain?" Tanya Salsa masih dengan nada gugup. "Lo punya hak apa ngambil foto gue sembarangan?" Tanya Vian dengan tatapan mengintimidasi. "Si-siapa juga yang mau moto lo" Bohong Salsa. "Gak ada siapa-siapa tadi di depan perpustakaan selain gue" Sentak Vian. "Gue paling gak suka kalau ada yang ngambil foto gue sembarang! tanpa seizin gue!" Kata Vian setengah teriak, kemudian membanting kamera Salsa ke lantai.
Todos os Direitos Reservados
#107
photography
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Gamang
  • Capricorn
  • DeaSea
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • OMG, i really liked him
  • Sweet Combat
  • RAISEN
  • Heart to you.(END)
Gamang

"Jangan suka sama gue" Hening mengambang diantara kami berdua, membuat suasana semakin terasa menyesakan. "Maksud lo?" "Jangan suka sama gue Ris" "Lo temen gue, lo bahkan yang bikin gue berhasil dapetin cewe yang gue mau dari dulu. Jangan ngehancurin itu semua Ris. Tolong" Aku tergagap di tempat, bingung harus bereaksi apa. Tapi rasa panas di pelupuk mata tak bisa aku abaikan begitu saja. Sakit rasanya mendengar kata yang selalu aku bisikan di setiap hari nya. Harus aku dengar dari dia yang menjadi penyebab nya. Aku menarik nafas panjang, dan menghembuskan nya perlahan. Mencoba menghilangkan sesak yang seolah membakar. "Iya, lo tenang aja. Gue-" kembali, aku menarik nafas dan menghembuskan nya pelan "Gue gak akan ganggu hubungan kalian. Gue sadar, tugas gue cukup sampai bikin kalian jadian. Lo temen gue, Keira sahabat gue. Gue faham Lang. Maaf kalo perasaan gue bikin lo gak tenang" Kalimat itu aku ucapkan dengan lugas. Tak ada ragu dan seolah memang itu yang aku mau. Tapi tidak, tidak dengan keadaan hati ku yang terasa sendu. Sejak awal, harusnya mereka yang menjadi pemeran utama. Ilalang dan Keira. Di pertemukan untuk bersama. Bukan dengan ku, tokoh sampingan yang seharusnya tau batasan.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo