Empty ✔

Empty ✔

  • WpView
    Reads 17,764
  • WpVote
    Mga Boto 3,543
  • WpPart
    Mga Parte 22
WpMetadataReadMatureKumpleto Fri, Apr 24, 2020
WpInfo
Fanfic
BTS
Hari ini aku berkunjung ke rumah yang kau bangun untuk kita. Bersama harap yang menyentuh angkasa, kutarik tuas pintu hingga derit memilukan terdengar samar, kala hampa menyambutku membawa hambar. Di sana, kau tak ada menyambutku dengan rona, memilih meninggalkan seperti senja yang tak setia. Dalam gamang, aku tahu kau menjemu meski labiummu tak pernah mengungkap. Karena detik ini aku pun sama; merasa bosan karena rumah kita yang telah kosong.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • Please Accept Me✓
  • My Destiny
  • Stay With Me
  • ETᕼEᖇEᗩᒪ ✔
  • Love Me, Kiss Me Chapters 3 (Little Family)/END
  • Love Me Again
  • One More Chance [HoonSoon]

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman