Empty ✔

Empty ✔

  • WpView
    Reads 17,759
  • WpVote
    Votes 3,543
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Apr 24, 2020
Hari ini aku berkunjung ke rumah yang kau bangun untuk kita. Bersama harap yang menyentuh angkasa, kutarik tuas pintu hingga derit memilukan terdengar samar, kala hampa menyambutku membawa hambar. Di sana, kau tak ada menyambutku dengan rona, memilih meninggalkan seperti senja yang tak setia. Dalam gamang, aku tahu kau menjemu meski labiummu tak pernah mengungkap. Karena detik ini aku pun sama; merasa bosan karena rumah kita yang telah kosong.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sebelum Senja Tenggelam
  • My Destiny
  • Stay With Me
  • Shattermind [Joonghwa] ✓
  • Oneshoot!
  • TORIKAGO 鳥籠 [minsung] - END
  • Love Me Again
  • Please Accept Me✓

[ Versi novel masih bisa dipesan di Orinami Publisher. Bisa juga dibaca full dan ekslusif di KaryaKarsa ] __________ Hari itu, ketika mentari membakar senja di singgasana. Meluruhkan jejak basah gerimis di sepanjang ranting yang kehilangan kokohnya. Dan ketika angin menjerit kepada lampu-lampu yang berpendar di sepanjang jalan kota.... Lembar pertama kisah kita terbuka, lalu tinta hitam di genggaman semesta pun bekerja. Mencari akhir yang sempurna, atau justru sebaliknya. Sebelum senja tenggelam, biar aku ceritakan, tentang pertemuan yang seharusnya tidak pernah ada.

More details
WpActionLinkContent Guidelines