Story cover for A - R - A by afifah216
A - R - A
  • WpView
    LECTURAS 197
  • WpVote
    Votos 25
  • WpPart
    Partes 5
  • WpView
    LECTURAS 197
  • WpVote
    Votos 25
  • WpPart
    Partes 5
Continúa, Has publicado ene 11, 2019
__Andhini Puspita Lestari__ dan __Arini Puspita Lestari__ adalah kakak beradik yang yang memiliki fisik yang sama tetapi mempunyai sifat yang bertolak belakang . 

Pertemuan Arini dengan __Rio Brama Putra__ di hari pertama sekolah nya akan membuat kisah hidup nya berbeda dengan apa yang ia rencanakan.

Lalu kecerobohan yang tidak di sengaja oleh Andhini membuat ia kena masalah yang membuat dia menjalani hukuman dengan Rio .

Lalu siapakah perempuan di antara Andhini dan Arini yang akan mendapatkan hatinya seorang Rio Brama Putra ?
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir A - R - A a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#704persaudaraan
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Eliinaa de vfryfrljnvsnmtm
5 partes Concluida
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
HELLO, HAPIS! de Timira10
7 partes Continúa
Andini Hermazana dan Zhafif Yuhanda Vanderbilt adalah dua sahabat sejati yang tumbuh bersama sejak kecil. Mereka berbagi tawa, tangis, dan petualangan yang tak terlupakan. Namun, kehidupan memisahkan mereka saat keluarga Zhafif pindah ke kota lain. Waktu dan jarak membuat mereka kehilangan kontak, dan kenangan masa kecil pun perlahan terlupakan. Beberapa tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di bangku SMA, tepatnya di kelas 12. Andin yang baru pindah ke sekolah Zhafif, tak mengenali Zhafif, begitu pula sebaliknya. Di kelas, Andin merasa tidak suka dengan sikap Zhafif yang terkesan cuek dan misterius. Namun, suatu insiden membuat mereka saling mengenali, dan mereka menyadari bahwa mereka sudah lama mencari satu sama lain. Namun, saat memasuki tahun terakhir SMA, cobaan hidup datang menghampiri. Mereka harus menghadapi teror yang mulai mengganggu kehidupan mereka. Dalam ketegangan dan ancaman yang semakin besar, Zhafif menyadari bahwa perasaannya terhadap Andin semakin mendalam. Dia bertekad untuk melindungi Andin dari segala bahaya yang mengancamnya. Sementara itu, Andin mulai merasakan koneksi yang kuat dengan Zhafif. Melalui perjuangan mereka melawan teror yang mengancam, Andin dan Zhafif menemukan kembali arti sejati dari persahabatan, cinta, dan keberanian. --- ╭∩╮╭∩╮╭∩╮ ⚠️ CERITA INI MURNI DARI PIKIRAN SAYA, JIKA KALIAN MENEMUKAN SALAH SATU SCENE YANG MIRIP! MOHON DI MAKLUMI, KARENA ALUR INI TENTANG PENERORAN! DAN SAYA MOHON JANGAN MEMPLAGIAT CERITA SAYA. TERIMA KASIH!! SALKEN AKU TIMIRA, PANGGIL SAJA TIMI.
Quizás también te guste
Slide 1 of 9
Eliinaa cover
Antara Pagar dan Perasaan cover
Imaginary Boyfriend cover
ALEAGAS [END] cover
Sweet Love cover
FINN ANDJANI cover
HELLO, HAPIS! cover
Kisah Arunika cover
coward cover

Eliinaa

5 partes Concluida

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.