We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Maybe: it's my fault

Maybe: it's my fault

  • WpView
    Reads 146
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 31, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Kita putus" sebuah kata singkat namun dapat memicu jantung bukan? Itulah kata-kata yang dilontarkan Keira kepada kekasih pertamanya. Kekecewaan Arkan yang sangat besar membuat hubungan mereka hancur, saling tidak menganggap layaknya hantu,mereka ada namun tak terlihat. Persahabatan? Cinta? Yang rumit. Luna dan Keira haruskan bertukar pasangan terus menerus? Akankah Keira menyesal dengan ucapan nya dulu? Baca aja dari pada penasaran
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Dear, Heart
  • Segitiga [END]
  • " To Love ,To Lose "
  • BULIR CINTA [END]
  • SAGARARUNA (TERBIT)
  • PRACILLIYA. ✔
  • HER

Aira, seorang mahasiswi seni yang introvert, merasa nyaman dengan dunianya yang sunyi. Di balik ketenangannya, ada luka lama yang masih mengganggu hatinya-rasa takut untuk jatuh cinta lagi setelah perpisahan traumatis dengan ayahnya. Ia memilih untuk hidup tanpa melibatkan perasaan, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang aman dan terkontrol. Namun, semuanya berubah saat ia bertemu dengan Raka, seorang mahasiswa film yang baru pindah ke kampusnya. Raka yang ceria dan penuh perhatian membuat Aira merasa tak nyaman, tetapi perlahan ia mulai melihat sisi lain dari diri Raka yang membuatnya merasa dihargai dan dipahami. Meskipun demikian, Aira masih diliputi ketakutan akan hubungan yang lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, perasaan antara mereka semakin berkembang, tapi Aira berusaha keras untuk menghindarinya. Dia takut jika dirinya membuka hati, luka lama itu akan terbuka kembali. Raka, yang jatuh cinta pada Aira, tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu ada lebih banyak di dalam diri Aira, dan dia bersedia menunggu. Akankah Aira mampu menghadapi ketakutannya dan menerima cinta yang datang dengan perlahan? Ataukah ia akan terus membiarkan cinta yang indah itu hanya menjadi sesuatu yang tak terucap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines