I'm Not Your Bitch

I'm Not Your Bitch

  • WpView
    Leituras 323,764
  • WpVote
    Votos 3,158
  • WpPart
    Capítulos 13
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, ago 13, 2020
WARNING 18+ "Apaan tuh?" Mencoba untuk melihat benda yang disembunyikan Selena "Bukan apa-apa..." Dengan gugupnya, masih terus berusaha menyembunyikan itu di belakang tubuh nya. Tapi, dengan cekatan Alexi mengambil testpack itu. "Lo hamil? Sejak kapan?" Menundukkan kepalanya, tak tahu harus berkata apa lagi. Dengan gugup dan berusaha menahan air matanya. "Mmm..se..se..benarnya, udah kemarin gue mual terus..dan ini baru gue cek ternyata positif" Alexi memegang dagu Selena agar dapat menatap nya. Sehingga, sedikit mendongak kan kepalanya. "Kita harus cepet nikah"
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Unraveled
  • Trial & Error
  • Blonde & The Cold Heart [TERBIT]
  • Dusk In Your Eyes
  • Stay (Away)
  • Unwanted Wedding
  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • The Housekeeper
  • Fierce Love
  • Black Marriage [SELESAI] ✓
Unraveled

"It's almost 8 years ago, ya kan?" Zaki mendengar pertanyaan yang sebenarnya bersifat retorika itu mengangguk sembari tersenyum kecut. "Ternyata rasa sayang aku gabisa bikin kamu bertahan ya?" Zaki menggelengkan kepalanya dan menatap Anggika dengan sendu, "Bukan itu. Tapi memang aku yang salah dari awal," Anggika tersenyum remeh menanggapi jawaban dari Zaki. "Aku lega, Anggika," Anggika mengernyitkan dahinya mendengar pernyataan yang tak semestinya keluar dari mulut seorang Nicholas Zaki. "Lega, finally I met you again, then I see you already have a boyfriend. Sesuai doaku dulu, lebih dari aku," Anggika menahan air matanya dengan sangat keras, "Lo yang jahat, tapi lo yang lega," Zaki hanya menatap sendu ke arah Anggika sembari tersenyum tipis, "I'm happier to see you with your boyfriend now, Rendra. Daripada kamu sama aku sakit terus." Air mata Anggika turun begitu saja. Zaki pun mengerahkan tissue kepada perempuan berambut ash brown di depannya, "Masih kaya dulu, kalau nangis jadi bengkak ya matanya? Jangan nangis ya, Anggika," Anggika menyeka air matanya kasar, dan Zaki yang berada di depannya melihat dengan napas yang memburu, sesak. "So, is this the actual closure?" desis Zaki dengan menundukkan kepalanya, tidak berani menatap kedua bola mata Anggika. Anggika mengangguk, dan mengulurkan tangan kanannya, "Thank you, good bye Zaki. Nice to know you," Zaki menyambut uluran tangan Anggika dengan senyum pahitnya, "Nice to know you, and i will always love you, Anggika."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo