Aku Bukan Penulis

Aku Bukan Penulis

  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 11, 2019
Aku bukan pengarang, apalagi seorang penulis. Ini bukan aku ; Aku seorang yang sangat jauh dengan kata realistis dan juga bukan seorang humoris. Kalau tak percaya,coba saja baca alasanku ; Jadi begini,aku hanya sedikit melampiaskan rasa dan segala harap yang sangat tak masuk logika hingga tersusun kata. Ditambah engkau juga suka merangsang segala pikiranku untuk terus menerus mencari arti makna kata bahagia. Sedangkan aku, Aku bisa apa? Menelaah frasa kata cinta saja aku tak sanggup. Diantara bayang, Juga aku lagi yang paling redup. Dan setidaknya dulu kita pernah tertawa dan sesekali bercanda,bersama lalu lupa akan suasana ; Hingga akhirnya kita lupa bahwa kita ini bukan kita yang sebenarnya ; Hanya tersusun sedemikian rupa dengan luka yang entah tak bisa di rasa dan tak bisa ditafsirkan oleh kosakata. Kalimat terakhir ; "Lagi-lagi aku kembali di ninabobokkan oleh hampa,juga tiada." Terimakasih, Tutupku singkat-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear... Nadin From *Anonymously*[Selesai√]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • ALONE
  • If we can together
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • I Love You
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • Stres In Life
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • You're Here, But Not For Me

Dear... Nadin(Bidadariku) "sungguh ironis padahal ramai kota ini, rindu yang menjelma menjadi fatamorgana. terbayang manis senyummu yang jauh di sana... Jika siang tak kau dapati mentari cerah, sebab awan mendung jadi penghalang. Jika malam ini tak kau dapati terang nya rembulan malam, sebab dirimu tak ada di sampingku... Ini adalah surat terakhir yang kan kau dapati, tak ada lagi surat yang akan menghampiri, sebab dirimu telah termiliki... walau pun begitu, aku tetap mencintai mu, mengagumi mu, di dalam diamku, karena di hati dan di mataku cuma ada kamu, wahai bidadariku... maaf aku tak berani memperlihatkan diri, karena diriku bukan lah lelaki sejati, yang berani mengungkap diri demi wanita yang di cintai... aku hanyalah manusia yang lemah yang ingin di cintai, bukan dari pandangan atas sampai bawah, tapi dari hati ke hati... Do'a ku untuk mu semoga pilihanmu adalah pilihan terbaik untukmu, jangan fikirkan aku, berbahagialah dengannya. From. *Anonymously* (Nadin membaca surat tersebut, hingga meneteskan air mata, dan bertanya-tanya, siapa kah lelaki ini) "Kadang Cinta tak harus memiliki, apa yang kita inginkan Belum tentu harus kita dapatkan, cinta dalam diam lah yang menjadi pilihanku, bukan tak mau tuk mengungkapkan, tapi sudah tidak ada kesempatan tuk diungkapkan, karena dia sudah termiliki. Ya sudahlah semoga rasa sakit dan rindu ini menjadi suatu kenikmatan yang kurasakan. Mungkin, sampai detik ini kamu pasti masih bertanya-tanya siapa lelaki yang mengirimkan surat kepadamu, siapa "anonymously" itu,yang menuliskan kata-kata syair bersajak yang menggambarkan keindahan dirimu,memberikan semangat di dalam setiap awal hari mu, tapi tenanglah kamu tidak akan menemukannya, walaupun aku berkata jujur kepadamu percuma saja kamu tak akan percaya, dan itu tak akan merubah keadaan. ( isi fikiran Reza yang sedang berdiri menghadap pantai, dan menatap langit senja) Bagaimana kisah cinta reza si anonymously? cekidot... 😁😁😁😁

More details
WpActionLinkContent Guidelines