In My Dream
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 12, 2019
"Aku penyuka diam, sepi dan kamu" Gadis itu termenung dengan kata-katanya. Sejak kapan ia menyukai seseorang sampai seperti ini? Sejak kapan dirinya suka apa yang membuatnya bingung dan berujung pusing? Dan yang terpenting sejak kapan dia menyukai lelaki itu? Lelaki yang membuatnya merubah sifatnya, merubah kebiasaanya. Ya lelaki itu merubahnya yang membuatnya bersyukur telah mengenalnya. "Ka, bisa tidak ya aku menggapai bintang?" "Tidak usah jauh-jauh menggapai bintang, coba kamu pahami dulu peraturan permainan bola basket" Gadis itu mendongak malas orang yang sedang berdiri disampingnya, "Kaka tuh ya kebiasaan kalo diajak ngobrol ngga nyambung!" gadis itu mulai kesal dengan orang yang ada disampingnya. "Loh emang ada ya dikamus saya tentang saya yang kalo ngomong nyambung?" "Tau ah," Gadis itu fokus lagi ke langit malam. Malam ini ia bersyukur sekali bisa duduk berdua lagi dengan orang yang ia suka walaupun orangnya sangat menyebalkan. Ia yakin semesta punya rencana baik untuknya suatu hari nanti. ______ Publish : 12 januari 2019, saat siang sunyi.
All Rights Reserved
#83
delta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Essentialy Love (SELESAI)
  • Rintik Hujan
  • PELANGI
  • Friendship
  • KEPERGIAN SENJA
  • POSSESSIVE GALAKSI | Terbit
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap��✔
  • sorry (COMPLETE✔✔)
  • DIA ANGKASA
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]

"Masih gak mau balikin?" Tanya seorang lelaki tampan dengan senyum sinis tipis nya. Disisi lain, seorang gadis terjepit diantara kedua tangan lelaki tersebut dengan pipi yang sudah merah merona dan wajah yang sudah tidak karuan, gadis itu menelan susah payah salivanya. "L-lo apa apaan sih?! Minggir, gue mau lewat!" Seru gadis tersebut sambil mendorong dada bidang lelaki tersebut. Tapi percuma, lelaki di depan nya ini tak sedikitpun berkutik. "Balikin dulu!" Gadis itu menarik nafas panjang sebelum menjawab, "Nih, ambil barang gak berguna lo" Setelahnya, gadis tersebut langsung menyerahkan sebuah handphone beserta headset kepada lelaki di depan nya. Sambil mendengus, gadis berambut kecoklatan itu mendorong kasar tubuh lelaki di depannya dan langsung berlari keluar kelas. 🍀🍀🍀 Bukan tentang seorang badboy yang bertemu seorang gadis populer yang cantik dan di kagumi oleh satu sekolah. Hanya saja, cerita ini mengajarkan untuk menghargai waktu yang ada. 🌸🌸🌸

More details
WpActionLinkContent Guidelines