Star and Moon

Star and Moon

  • WpView
    Reads 142
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 26, 2019
Semua masih tentang dia yang hingga kini belum bisa kumiliki, yang telah mengajarkanku betapa indahnya mencintai tanpa harus memiliki. Bukan takdir yang salah, tapi rasa karna rasa nyaman muncul ketika kita merasa dekat tanpa batas. Semua masih sama, tak ada yang berubah. Kita itu ibaratkan Bintang dan bulan, 'dekat', tapi tidak akan pernah bersatu. -Cecilia Maureen Zovita. Iya aku yang bodoh, yang sudah menghancurkan semua harapan itu, yang hanya menyisakan penyesalan, maaf aku sayang banget sama kamu tapi mungkin belum waktunya kita bisa bersama, kamu harus bisa cari orang yang bisa buat kamu nyaman dan bahagia selain aku, karna kamu pantas untuk bahagia. -Reygan Tahta Wardhana.
All Rights Reserved
#79
terluka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • From a friend to lover?
  • Some Kind of Love [DISCONTINUED]
  • Dilema (On Going)
  • Cinta Anggara(END)
  • Waiting SOMEONE
  • Z O W I E
  • Menyapa Luka di Awal Kisah

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines