Story cover for My Guardian by Rika-syah
My Guardian
  • WpView
    Reads 1,137
  • WpVote
    Votes 79
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 1,137
  • WpVote
    Votes 79
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jan 12, 2019
Defteros, satu-satunya anak di keluarga Gemini yang menjalani kehidupannya dengan normal di SMA Sanctuary tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran sesosok tidak dikenal yang anehnya sedikit familiar.

Dengan bantuan teman-temannya yang notabenenya merupakan para pengagum hal gaib (meskipun cuma setengahnya) Defteros mengungkapkan identitas sang sosok tidak dikenal tersebut.
All Rights Reserved
Sign up to add My Guardian to your library and receive updates
or
#43saintseiya
Content Guidelines
You may also like
Pertemuan Singkat ( Xodiac) END ✔️ by Vinran30
31 parts Complete
Di suatu sore yang cerah, ketika matahari mulai merunduk di ufuk barat, lima remaja laki-laki : Sing, Leo, Wain, Gyumin, dan Davin memutuskan untuk menjelajahi gedung sekolah terbengkalai yang terletak tak jauh dari sekolah mereka. Mereka mendengar desas-desus bahwa tempat itu menyimpan banyak misteri dan kenangan yang terlupakan. Saat mereka memasuki gedung, bau lembab dan debu menyambut mereka. Dinding-dinding yang retak dan jendela yang pecah menciptakan suasana angker, tetapi rasa ingin tahu mengalahkan ketakutan mereka. Saat mereka menyusuri lorong-lorong yang sepi, suara tawa dan obrolan mereka menggema, membuat tempat itu terasa sedikit hidup kembali. Di tengah pencarian mereka, mereka bertemu dengan seorang remaja lain yang ternyata juga tengah menjelajahi gedung tersebut. sosok remaja yang pendiam namun observan, langsung menarik perhatian Sing dengan keahliannya dalam merasakan suasana. Leo yang ceria dan selalu bisa menghibur, membuat suasana menjadi lebih hangat. Mereka pun mulai berbagi cerita dan pengalaman satu sama lain. Sing yang biasanya pendiam, menemukan kenyamanan untuk berbicara tentang hobi menggambarnya. davin, yang selalu bersemangat, menceritakan impiannya untuk menjadi musisi. Wain, yang selalu skeptis, mulai mengungkapkan pandangannya tentang kehidupan. Gyumin, yang humoris, membuat semua orang tertawa dengan leluconnya. Kini, gedung sekolah terbengkalai bukan lagi tempat angker bagi mereka, melainkan simbol dari sebuah awal yang baru, sebuah tempat di mana sembilan remaja, dengan karakter yang berbeda-beda, menemukan satu sama lain dan menciptakan kenangan yang tak terlupakan, inilah kisah mereka dimulai.
You may also like
Slide 1 of 10
Pertemuan Singkat ( Xodiac) END ✔️ cover
SATURNUS: KALA CINTA BERBALAS KARTIKA [TAMAT] cover
Retak (Hiatus)  cover
JUNI ( COMPLETE ) cover
after midnight [ON GOING] cover
My Boyfriend [COMPLETED] cover
Samudera Biru cover
I'M Azenia cover
Denial  cover
GLADIS [END]✅ cover

Pertemuan Singkat ( Xodiac) END ✔️

31 parts Complete

Di suatu sore yang cerah, ketika matahari mulai merunduk di ufuk barat, lima remaja laki-laki : Sing, Leo, Wain, Gyumin, dan Davin memutuskan untuk menjelajahi gedung sekolah terbengkalai yang terletak tak jauh dari sekolah mereka. Mereka mendengar desas-desus bahwa tempat itu menyimpan banyak misteri dan kenangan yang terlupakan. Saat mereka memasuki gedung, bau lembab dan debu menyambut mereka. Dinding-dinding yang retak dan jendela yang pecah menciptakan suasana angker, tetapi rasa ingin tahu mengalahkan ketakutan mereka. Saat mereka menyusuri lorong-lorong yang sepi, suara tawa dan obrolan mereka menggema, membuat tempat itu terasa sedikit hidup kembali. Di tengah pencarian mereka, mereka bertemu dengan seorang remaja lain yang ternyata juga tengah menjelajahi gedung tersebut. sosok remaja yang pendiam namun observan, langsung menarik perhatian Sing dengan keahliannya dalam merasakan suasana. Leo yang ceria dan selalu bisa menghibur, membuat suasana menjadi lebih hangat. Mereka pun mulai berbagi cerita dan pengalaman satu sama lain. Sing yang biasanya pendiam, menemukan kenyamanan untuk berbicara tentang hobi menggambarnya. davin, yang selalu bersemangat, menceritakan impiannya untuk menjadi musisi. Wain, yang selalu skeptis, mulai mengungkapkan pandangannya tentang kehidupan. Gyumin, yang humoris, membuat semua orang tertawa dengan leluconnya. Kini, gedung sekolah terbengkalai bukan lagi tempat angker bagi mereka, melainkan simbol dari sebuah awal yang baru, sebuah tempat di mana sembilan remaja, dengan karakter yang berbeda-beda, menemukan satu sama lain dan menciptakan kenangan yang tak terlupakan, inilah kisah mereka dimulai.