With Game

With Game

  • WpView
    Reads 171
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 2, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"jadi, lo pacar game sekaligus musuh gue saat ini?!!" ucap mereka berbarengan. "ini gak bener kan? lo kan musuh gue! Kita Putus!" ucap perempuan itu "Gak! gue gak mau... apa salah nya musuh jadi pacar? baguskan? kita coba aja dulu" "Gak mau! lo itu musuh gue dan gak akan pernah jadi pacar gue!" Apa jadinya jika mereka bertemu saat bermain Game online, dan saat itu mereka berpacaran lewat game? lebih parahnya lagi mereka satu sekolah? Dan ada suatu kejadian yg membuat mereka saling membenci lebih tepatnya, MUSUH? Dan tanpa mereka sadari, pacar mereka adalah musuh mereka? Apakah mereka akan belajar saling mencintai atau sebaliknya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Awas Jatuh Cinta
  • Brothers
  • Love is Just a Game ... katanya [TERBIT]
  • KALA
  • Don't Talk About Money
  • penyesalan
  • Hate To Love♡
  • Dari Benci jadi Cinta || arasweetstrawberry ✔

"Lo lupa, Vyora? Dulu pas kecil lo main nikah-nikahan sama gue. Inget kita belum cerei." "Hah?! YANG BENER AJA, ZAVIO?!" *** Bagi Vyora, jatuh cinta adalah risiko paling berbahaya. Sekali terluka sudah cukup dan dia tak berniat mengulang kesalahan yang sama. Karena itu, Vyora kira masuk ke SMA Kartanama Bangsa, sekolah favorit dengan murid-muridnya yang pintar, adalah pilihan aman. Nyatanya, itu awal dari kekacauan. Di sana ada Zavio. Cowok menyebalkan yang entah kenapa selalu mengusik hidupnya, seolah Vyora adalah musuh lamanya. Belum sempat bernapas, Vyora malah terseret urusan Olpres Karsa---kelompok siswa berprestasi berkedok ekstrakurikuler kebanggaan sekolah---yang diam-diam terlibat persaingan antar sekolah. Semakin dalam Vyora menggali kebenaran, semakin jelas satu fakta mengerikan---semua kekacauan ini berakar padanya. Di tengah tekanan dan rahasia yang saling bertabrakan, Vyora mulai menyadari bahwa perasaan bukan sesuatu yang bisa dia kendalikan sepenuhnya. Katanya benci dan cinta itu bedanya cuma sedikit, setipis kulit bawang. Kalau terlalu cinta bisa jadi benci. Juga sebaliknya, kalau terlalu benci bisa berubah jadi cinta. Jadi, sebelum perasaan itu tumbuh terlalu jauh... awas jatuh cinta, ya!

More details
WpActionLinkContent Guidelines