Amurgul
  • WpView
    MGA BUMASA 8
  • WpVote
    Mga Boto 3
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Jan 12, 2019
"Suatu pemahaman yang tiba-tiba, belas kasihan bercampur dengan horor, meluap dalam hatiku: sekilas hari tanpa tanda tanpa akhir tanpa cahaya atau harapan perbaikan, tubuh seperti baja, napas yang dingin, menyelinap dan berbisik. Semua pikiran ini berlalu dalam sekejap. Ketakutan yang meluap. Dan kemudian tiba-tiba ada sesuatu yang berada dalam tubuhnya, seolah-olah terangkat oleh kekuatan dan ketetapan baru. "
All Rights Reserved
#34
hunter
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Pangeran Kegelapan
  • Velvet Shadows (END)
  • KKN DI DESA PENARI (Versi Widya)
  • kisah horor: teror jam 12 malam
  • Take A Break
  • Miracle of Survival [END]
  • Mr X
  • Mimpi Buruk
  • SEWU DINO (1000 HARI)

Malam semakin larut, namun tidur menjadi hal yang mustahil bagi Mael. Setiap kali dia memejamkan mata, dunia di sekitarnya seakan berubah. Suara gemerisik dari sudut-sudut ruangan, desahan napas yang tidak berasal dari dirinya, dan bayangan-bayangan yang menari di balik tirai gelap kamarnya membuat dadanya terasa semakin sesak. Saat dia berbalik untuk kesekian kalinya di tempat tidur, suara itu kembali muncul-seperti bisikan yang tertiup dari balik dinding, rendah dan penuh kekuatan. "Mael... Kau tidak bisa lari..." Dia terlonjak bangun, matanya terbuka lebar, jantungnya berdetak keras. Ruangan itu sunyi. Terlalu sunyi. Dia duduk di tempat tidur, menarik napas dalam-dalam dan berusaha meredakan gemuruh di dadanya. Bisikan itu, suara yang sama dengan yang ia dengar di perpustakaan, menghantuinya lagi. Pikiran Mael kacau. Apakah ini nyata? Ataukah dia sudah kehilangan akal? Sejak mimpi itu, dunianya berubah menjadi labirin ketakutan yang tak bisa dia pahami. Mata Mael bergerak ke sudut kamar, ke arah bayangan yang terasa lebih pekat daripada biasanya. Di sana, samar-samar, dia melihat sesuatu. Sesosok tubuh samar yang menyatu dengan kegelapan. Tubuh itu bergerak perlahan, semakin dekat, seperti makhluk yang merayap dari kedalaman mimpi buruknya. "Siapa kau?" Mael berbisik, meskipun dia tahu tak ada jawaban.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman