Paradigma Relativitas Cinta

Paradigma Relativitas Cinta

  • WpView
    Reads 193
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 15, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Sama halnya dengan Relativitas Einstein, aku dan kamu itu ibarat menempuh suatu jarak dengan kecepatan cahaya, maka waktu akan berhenti berputar, tapi bagaimana dengan cintamu? akankah berhenti atau malah semakin menjadi-jadi? Sudahlah, paradigmaku terlalu luas dibanding fokusku yang sempit hanya tertuju padamu. Ya, kamu yang mungkin saja dengan mudahnya meninggalkanku dengan sejuta tanda tanya yang tercipta, wahai wanita penuh rahasia..
All Rights Reserved
#71
menegangkan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secret Admirer (Tamat)
  • BEDA DUNIA
  • MY BELOVED STAR (Discontinued)
  • Nusa Bintaris: Alternatif Paradoks
  • Everything Happens for a Reason
  • Langit Tak Mengizinkan Kita Berteduh
  • Paper Plane
  • Cinta Sendirian
  • Amanda (Rindu Untuk Revan)

[TAMAT] Bagaimana rasanya ketika orang di masa lalumu datang dan menampakkan diri di hadapanmu dengan alasan yang membuatmu merasa memiliki harapan kembali. ----- Dia masa laluku. Dia orang yang membuatku merasakan yang namanya jatuh cinta dan jatuh karena cinta itu sendiri. Disaat diriku sudah menyerah, dia datang. Disaat aku sudah berusaha semampuku untuk melupakan dirinya, dia kembali. Dia membuatku kembali mengingat euforia itu. ----- "tu-tunggu! Kamu...?" kataku tersendat ingin bertanya, tapi dia malah tersenyum membuatku semakin bingung dengan tingkahnya. "Kenapa kamu bisa ada disini?" dia hanya tersenyum lembut, aku menggelengkan kepalaku "tidak, kayaknya aku masih mimpi deh" aku mencoba mencubit kedua pipiku. Dia menahan tanganku, "tidak! Kamu tidak mimpi, ini memang aku... Rafa" katanya, aku terdiam, masih mencoba mencerna perkataannya. "Ta--tapii..."Dia tersenyum tanpa melepas tanganku, ia berujar "aku disini karena seseorang... orang itu yang buat aku kembali kesini" aku mengerutkan kening, sebelum aku bertanya dia kembali berujar. "Dan seseorang itu adalah orang yang sekarang ini sedang kugenggam tangannya." ----- Mari kita awali dari pertemuanku dengannya! ----- Don't copy my story! Murni hasil imajinasiku! ©copyright by LazyGirl_0 Started : Jumat, 15 Maret 2019 Finished : Senin, 03 Februari 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines