Satu hal yang tidak bisa dibeli dengan materi adalah waktu. Waktu akan terus berputar mengikuti porosnya. Kita? Kita hanya manusia bagian dari waktu yang menikmati peran dalam panggung dunia yang disebut kenyataan. Terkadang kita lupa tentang apa peran kita didunia ini. Hingga pada akhirnya yang terjadi adalah munculnya peran-peran dari kita yang hanya bisa berkata, "Coba saja dulu, aku seperti ini, pasti sekarang tak akan seperti ini."
Sampai waktu yang kita miliki telah habis dimakan zaman. Sampai penyesalan menjadi satu hal yang biasa. Seperti aku ini, iya aku. Salah yang terulang, kata maaf yang tak berujung, namun enggan lagi ia terlihat. Tidak! Terkadang ia juga datang, dalam mimpi penyesalan yang semakin menyesakkan. Ia yang sederhana, yang mampu membiusku dengan sekejap saja, yang membuatku jatuh cinta, hingga akhirnya aku tak pernah bosan jatuh cinta padanya. Namun segalanya menjadi namun, dan cerita ini dimulai dari ...
All Rights Reserved