Waktu Untuk Waktu Yang Lain

Waktu Untuk Waktu Yang Lain

  • WpView
    LECTURES 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., janv. 12, 2019
Satu hal yang tidak bisa dibeli dengan materi adalah waktu. Waktu akan terus berputar mengikuti porosnya. Kita? Kita hanya manusia bagian dari waktu yang menikmati peran dalam panggung dunia yang disebut kenyataan. Terkadang kita lupa tentang apa peran kita didunia ini. Hingga pada akhirnya yang terjadi adalah munculnya peran-peran dari kita yang hanya bisa berkata, "Coba saja dulu, aku seperti ini, pasti sekarang tak akan seperti ini." Sampai waktu yang kita miliki telah habis dimakan zaman. Sampai penyesalan menjadi satu hal yang biasa. Seperti aku ini, iya aku. Salah yang terulang, kata maaf yang tak berujung, namun enggan lagi ia terlihat. Tidak! Terkadang ia juga datang, dalam mimpi penyesalan yang semakin menyesakkan. Ia yang sederhana, yang mampu membiusku dengan sekejap saja, yang membuatku jatuh cinta, hingga akhirnya aku tak pernah bosan jatuh cinta padanya. Namun segalanya menjadi namun, dan cerita ini dimulai dari ...
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • jangan percaya seseorang
  • di akhir perang
  • Sekali Lagi (End)
  • Cerita Tentang Kita
  • Black Emotion
  • Hard Forget You
  • Everything Happens for a Reason
  • Tentang Waktu (on going)

Tiga tahun lalu, aku melakukan kesalahan terbesar dalam hidupku-aku menghancurkan hati seseorang yang paling tulus mencintaiku. Namanya Ellen. Dia segalanya. Tapi waktu itu, aku memilih orang lain... dan melepas satu-satunya orang yang seharusnya aku jaga. Kini, dia telah bahagia bersama yang lain, sementara aku? Masih terjebak dalam bayangannya. Dalam penyesalan yang diam-diam membunuhku setiap malam. Saat aku memutuskan untuk tinggal sementara di rumah kakek dan nenekku yang sepi, segalanya mulai terasa aneh. Rumah itu terlalu tenang. Terlalu dingin. Ada suara-suara yang muncul ketika semua sudah tidur. Ada bayangan yang muncul saat aku berpikir tentang Ellen. Aku tahu ini mungkin cuma rasa bersalah... tapi semakin lama, rasanya semua ini lebih dari sekadar ilusi. Apakah masa lalu benar-benar bisa menghantui seseorang? Atau ini cara semesta mengingatkanku-bahwa aku telah menyia-nyiakan seseorang yang tak akan pernah kembali? "Jangan Percaya Seseorang" bukan hanya kisah cinta biasa. Ini tentang penyesalan yang tak bisa ditebus. Tentang seseorang yang berusaha menebus dosa kepada cinta pertamanya. Dan tentang bisikan-bisikan malam yang terdengar seperti suara seseorang yang dulu pernah mencintaimu... tapi kini tak lagi manusia. Jika kamu pernah menyakiti seseorang yang tulus... cerita ini akan terasa sangat dekat.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu