AREINA LOVE STORY ( COMPLETED )

AREINA LOVE STORY ( COMPLETED )

  • WpView
    Leituras 548
  • WpVote
    Votos 115
  • WpPart
    Capítulos 29
WpMetadataReadMaduroConcluída dom, fev 9, 2020
Namaku Areina, aku siswi baru di sma kota medan, setelah lulus smp aku memutuskan bersekekolah di medan untuk menemani nenekku di sini, sebenarnya keputusannku pindah bukan karena untuk menemani nenek saja, alasan lainku karena aku putus cinta dengan pacarku, yah aku akui aku mulai berpacaran sejak aku di bangku kelas 3 smp, namun kurang dari 2 bulan aku sudah merasakan patah hati. Aku mencoba melarikan diri dari kenyataan yang membuatku frustasi. Kini aku di sini mencoba memulai hidup baru. Waktu terus berputar, kini aku sudah terbiasa dengan sekolahku di tempatku yang baru, ku dapatkan teman-teman baru yah yang kini jadi sahabatku. Ini cerita pertamaku yang mengisahkan sepasang kekasih yang beda agama. SEBELUMNYA SAYA MINTA MAAF KALAU ADA TYPO YAH. KARENA BELUM DI PERBAIKI
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • It HURTS
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • Admire Or Love
  • Me Vs Adik Kelas
  • Jess Dio and the "Sad Girl"
  • Terjebak Diwaktu Yang Sama
  • Akhir Sebuah Penantian
  • Bad Girl vs Ketua Osis (LENGKAP)
  • Nada Rahasia di Antara Kita
  • semesta membatu
It HURTS

Teman-teman bilang, kisah cinta gue itu pasaran. Naksir tapi cuma bisa memendam (kalo lo bilang gue pengecut, itu artinya bukan hanya gue aja yang lo judge tapi juga jutaan cewek yang naksir diam-diam). Sebenarnya sih itu udah kelewat lumrah. Yang langka terjadi di realita adalah.... punya sahabat berbeda jenis (cowok cewek maksudnya) dan parahnya lo naksir dia! Yupss. Itu yang sedang gue alami. Percayalah, rasanya berjuta kali lebih nggak enak dibanding lo naksir cowok terkeren di sekolah. Seakan ada sesuatu yang salah dan nggak pada tempatnya. Wajar sih, karena memang nggak seharusnya ada rasa "cinta" di tengah persahabatan. Tapi mau gimana lagi? Beruntung buat gue kalo perasaan itu melekat di kedua pihak. Nah, kalo nggak? Kan sakit. *** Peniu.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo