The World behind your Shadow

The World behind your Shadow

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 5, 2019
Min Yoongi, seorang jenius dalam dunia fotografi adalah orang yang sangat dingin. Baginya foto hanyalah sebuah gambar tanpa arti, semua hanyalah tentang uang. Namun bagaimana jadinya jika ia bertemu dengan seorang perempuan yang kemudian mengajarinya mengenai arti dari setiap foto yang Ia ambil? Kecuali mengenai arti foto tentang perempuan itu sendiri? Apakah Yoongi akan menemukan arti dari perempuan tersebut? (Photographer||Min Yoongi x Reader/OC) "Semua hanyalah soal uang." "Foto adalah seperti sebuah tombol pause dalam kehidupan." . . "Kau pernah bilang foto adalah seperti sebuah tombol pause dalam kehidupan! Lalu semua foto itu memiliki arti, kenapa kau tidak mengajariku arti tentang dirimu sendiri?!" "Semua memiliki arti Yoongi, kecuali aku." . . Min Yoongi© iBighit Story © Miren Bangtan bakal muncul sebagai peran pendukung disini. Setiap gambar yang muncul disini adalah bukan milik saya.
All Rights Reserved
#49
btssuga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • phobia
  • Chasing Love In Shadow - Fanfiction | Jungkook x Readers
  • Sun of Love - Min Yoon Gi
  • Mini Market ✔
  • DEAR LOVE (End)
  • Falling For a Rapper II Yoonmin (Translated)✅
  • Predestinasi Duka ㅡ M.yg ✓
  • Darker Side [COMPLETED]
  • || 𝐇𝐢𝐬 𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐒𝐭𝐨𝐫𝐲 ||  [DISCONTINUED!!]
  • Monocromatic
phobia

[ COMPLETED ] Min Yoongi. Ia adalah anak yang berbeda. Mungkin perbandingannya 1 : jutaan umat manusia. Ia memiliki sebuah phobia terhadap suatu hal yang benar-benar diluar dugaan. Sebuah rasa ketakutan yang muncul setelah kepergian kedua orang tuanya. Selama belasan tahun ia hidup ditemani seseorang yang menjadi tangan kanan ayahnya, tanpa kasih sayang yang harusnya ia dapat dari orang tuanya. Bahkan ia tidak pernah merasakan bangku sekolah atau pergi keluar bersama teman-teman. Ia hanya berkawan dengan teman masa kecilnya yang bahkan kini sibuk dengan kehidupan mereka masing-masing. Setidaknya, ia telah menemukan seorang teman yang mengubah hidupnya menjadi lebih berwarna. Meskipun, tidak semuanya membawa kebahagiaan. Phobia | Copyright 2018 by hye

More details
WpActionLinkContent Guidelines