serendifity

serendifity

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 13, 2019
bagaimana jika kau tidak percaya adanya kebahagian,lalu tuhan dengan mudahnya memberikan kebahagian padamu,bukan,bukan kebahagian yang sering orang rasakan,tetapi kebahagian yang hanya kau rasakan ketika mampu berada di dekatnya. nyatanya hidup tidak seindah musik,hidup tak sederhana seperti musik,nyatanya hidup lebih rumit daripada rumus fisika,meskipun begitu,akankah hidupku indah seperti musik?akankah aku mendapatkan kebahagian sesederhana musik?aku tak tau,tapi mari kita lihat.-aletha lee anatasya kehadiranya mampu membuat ku sadar akan satu hal.yaitu,wanita tak seburuk yang ada di pikiranku,dia berbeda,sangat berbeda,mungkin itu yang membuatnya terlihat bersinar di mataku-denandra alvino alexsander. kebahagiaan ku ada pada dirinya,hanya dia yang aku anggap kebahagiaan ku,entah kenapa aku tak bisa lepas darinya,maaf and thanks,hanya itu yang ingin aku ucapkan padanya.-clarissa angellista kau mampu merebut posisi dia di hatiku,dan sekarang aku benar benar jatuh pada dirimu-geo alvaro
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hear (Completed)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • LOVE YOURSELF(Hiatus)
  • REVANO UNTUK REVA
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Let Me Love You Longer
  • NAUSY
  • Bukan MiliKku
  • CEIYSA STORY (Completed)
  • Fake Nerd [REVISI]

"Menurut lo, kehidupan itu apa?" Kepalaku sukses menoleh lagi ke arahnya, oke ini sangat random. Seorang laki-laki yang baru ku kenal, duduk di sampingku, kemudian menanyakan tentang sesuatu yang tidak pernah kupikirkan sama sekali. "Hidup itu ketika kita bisa menghargai satu sama lain, peduli dan berbagi," jawabku sedikit ragu. "Dan ketika lo ngerasa nggak dihargai apa menurut lo, tetap bisa dianggap hidup?" Aku sedikit bingung. Namun aku akhirnya menganggukkan kepala. "Bagaimanapun kalau Tuhan belum jemput kita untuk pulang, mau sekeras apapun hidup ini, kita harus tetap hidup kan?" "Lelah sama hidup ini nggak?" ujarnya kembali menoleh. "Lelah, sakit, capek. Rasanya pengen mati aja," sahutku ikut menoleh ke arahnya. "Tapi, kalau kita ngeluh bukannya beban kita justru semakin bertambah? Dan kita malah jadi nggak bersyukur sama hidup yang udah Tuhan kasih."

More details
WpActionLinkContent Guidelines