Wan(T) You

Wan(T) You

  • WpView
    Reads 671
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 3, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Andine gak nyangka harus terjebak selama beberapa ratus jam sama cowok songong bisa bikin hidupnya jungkir balik Andine berasa main wahana di Dufan Mau muntah mau ketawa mau nangis mau jejeritan sampe mau pipis dicelana "Yeuuu udah telat berani marahin gue lagi! Sekarang Lo ikut gue ke gudang!" "What ke gudang? Jangan-jangan gue mau diapain lagi ternyata selain galak itu cowok juga mesum Duhhhh gimana nih Andine kan masih polos. Mami selamatkan Andine!!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're The Rain I (the injuries sustained) [HIATUS]
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • THE CLIMB [Completed]
  • I Love You √
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • GOOD DADDY (REVISI)
  • Bad Boy, Bad Girl And Ta'aruf [END]
  • ON SIGHT (Completed)
  • TOXIC [END]

|Nyatanya saya sendiri yang berjuang dan endingnya adalah kamu pergi setelah yang saya perjuangan. Jika memang begitu let's see karma, dude.| -Rianna Louis Gabriella "gue bingung na, saat lo mutusin buat pergi dari hidup gue rasanya semua gelap. Gak ada yang harus gue perjuangin buat hidup." Lirih devanno. "lo hidup bukan buat gue aja no, lo bisa buka mata lo lebar lebar and see? Di sekitar lo ada orang orang yang jauh lebih sayang dan harusnya itu bisa jadi alasan lo buat bertahan dan bangkit". Ucap Anna. Devanno menggelengkan kepalnya cepat, Anna tidak mengerti apa yang devanno inginkan. Anna tidak pernah tahu sulitnya melewati hidup tanpanya. Seketika Devanno menggenggam tangan Anna dengan erat. "gue bakal bikin lo jatuh kepelukan gue lagi na, gue gak bakal biarin lo sama yang lain, lo bisa hitung waktu dari sekarang" ucap Devanno dengan serius. Anna hanya terdiam meresapi kalimat demi kalimat yang di ucapkan Devanno. Hingga Anna sadari Devanno sudah hilang dari hadapannya. "Lo gak bisa seenaknya no, gue udah gak mau". Ucap Anna mantap dan tegas. Anna menatap vanno dengan tatapan tajam dan serius. Setelahnya Anna pergi ditemani airmata yang terus mengalir dari pelupuk matanya. [Jika yang kamu mau aku dapat karma, aku bisa apa? Let's See, Honey. Semoga tuhan tidak berpihak padamu]- Devanno Guetta

More details
WpActionLinkContent Guidelines