THAT TIME

THAT TIME

  • WpView
    Reads 12,548
  • WpVote
    Votes 902
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 24, 2020
Waktu adalah segalanya. Ibarat 2 sisi koin, waktu bisa menjadi obat mujarab untuk menyembuhkan hati seseorang. Tapi Waktu juga bisa menjadi penyakit yang paling mematikan. Tergantung kepada siapa pemilik waktu tersebut. Bagaikan 2 sisi bilah pedang, Waktu bisa melindungi diri dan menyerang seseorang. Seperti waktu yang berlalu disebut kenangan. Maka harapan adalah waktu yang akan datang. Di antara itu, seseorang masih terjebak dalam kenangan dengan harapan masa depannya tidak akan berubah. Mengurung diri dalam kenangan manis dan membiarkan waktu mengambil kesedihan serta kepedihannya. Waktu yang dia punya sebagai seorang anak. Waktu yang dia punya sebagai seorang teman, sahabat maupun saudara. Waktu yang dia genggam begitu erat hingga tanpa sadar menyakitinya perlahan, membunuhnya pelan-pelan dari dalam. Jadi, sekalipun itu berdarah dia tetap menggenggamnya karena percaya waktu akan menyembuhkan lukanya. Sedangkan waktu yang dia miliki terbatas. Apakah waktu yang dia jaga dan percayai selama ini akan mewujudkan semua harapannya? Ataukah justru dia yang harus mengorbankan semua waktu yang dimilikinya??
All Rights Reserved
#119
sunggyu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALZEA (TERBIT)
  • Love In Hospital [TAEKOOK] [END]✔
  • Toxic Love
  • 2 Reflection  ✔️
  • Rêverie
  • ANTAGONIS YANG TAK LAGI SAMA
  • KEPRIBADIAN ZEANA (Revisi)
  • WITH YOU?! END√
  • Jeandra dan Waktunya

(PART MASIH LENGKAP!) Kembali ke masalalu.... Meskipun itu terdengar gila tapi Zea sangat bersyukur telah mengalaminya, meski hanya kembali pada lima bulan yang lalu dan semuanya sudah terlanjur hancur, Zea berjanji akan mengubah jalan hidupnya. Zea akan membuat jalan hidup yang bahagia bersama putranya, dia tidak akan membiarkan putranya terbunuh didepan matanya untuk kedua kalinya. Meskipun putranya adalah hasil dari pemerkosaan yang terjadi secara tidak sengaja, tapi sungguh dengan segenap jiwanya Zea sangat menyayangi anaknya itu. *** "Ayen dengar Buna kan? Ayo buka matanya, temenin Buna di sini, dunia terlalu jahat sayang." "Hahahaha, seorang Antagonis ternyata bisa nangis juga." "Gue emang Antagonis TAPI GUE JUGA PUNYA HATI, KENAPA HARUS ANAK GUE! KENAPA!!!" "Kalian pembunuh!" *** "Hah, gue kembali." "Tuhan terimakasih Tuhan." "Ayen Buna tunggu kamu ya." ❒❒❒ ASLI KARYA SENDIRI NO COPY COPY KAYAK GAK PUNYA OTAK DAN HATI! LO YANG BACA CERITA INI JANGAN PERNAH ADA NIAT SECUIL PUN BUAT COPY ATAU PLAGIAT CERITA GUE! LO PIKIR BUAT INI GAMPANG? ENGGAK! MAKANYA JANGAN AMBIL HAK MILIK ORANG Kalau suka sama cerita ini boleh, tapi gausah ngejiplak kesannya kayak gak punya otak buat mikir karya sendiri Oke sekian. Maaf terlalu kasar tapi ini DEMI KEBAIKAN BERSAMA

More details
WpActionLinkContent Guidelines