THAT TIME

THAT TIME

  • WpView
    Reads 12,548
  • WpVote
    Votes 902
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 24, 2020
Waktu adalah segalanya. Ibarat 2 sisi koin, waktu bisa menjadi obat mujarab untuk menyembuhkan hati seseorang. Tapi Waktu juga bisa menjadi penyakit yang paling mematikan. Tergantung kepada siapa pemilik waktu tersebut. Bagaikan 2 sisi bilah pedang, Waktu bisa melindungi diri dan menyerang seseorang. Seperti waktu yang berlalu disebut kenangan. Maka harapan adalah waktu yang akan datang. Di antara itu, seseorang masih terjebak dalam kenangan dengan harapan masa depannya tidak akan berubah. Mengurung diri dalam kenangan manis dan membiarkan waktu mengambil kesedihan serta kepedihannya. Waktu yang dia punya sebagai seorang anak. Waktu yang dia punya sebagai seorang teman, sahabat maupun saudara. Waktu yang dia genggam begitu erat hingga tanpa sadar menyakitinya perlahan, membunuhnya pelan-pelan dari dalam. Jadi, sekalipun itu berdarah dia tetap menggenggamnya karena percaya waktu akan menyembuhkan lukanya. Sedangkan waktu yang dia miliki terbatas. Apakah waktu yang dia jaga dan percayai selama ini akan mewujudkan semua harapannya? Ataukah justru dia yang harus mengorbankan semua waktu yang dimilikinya??
All Rights Reserved
#4
sungjong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Salah Waktu[END]
  • Jeandra dan Waktunya
  • The Path of Destiny (On Going)
  • GO HOME || Enhypen Ft Sowon ||
  • Toxic Love
  • Bad Life [END]
  • WITH YOU?! END√
  • Breathe

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines