Goresan Seorang Pengembara
16 parts Complete (Revisi)
"Lu ngapain di paling belakang? Pengen deket-deket sama gua?" bentak Anjani yang menyusul dari belakang.
"Saya hanya tidak ingin terburu-buru."
"Ini pendakian ekspedisi, bukan pendakian umum yang bisa semau lu, di sini punya aturan dan punya jadwal kegiatan!"
"Mendaki itu tidak boleh memaksa, alam tidak bisa dilawan oleh kekuatan manusia."
"Gua tau lu udah berpengalaman dalam pendakian, tapi nggak usah sok. Waktu kita nggak banyak!"
"Jangan salahkan saya, salahkan yang membuat jadwal. Jika ia membuat jadwal agar perjalanan dibuat lebih pagi lagi mungkin kita sudah sampai tempat yang semestinya."
Anjani terkunci dengan kata-kata Haqy yang sedikit menyindir panitia, tidak terkecuali dirinya.
"Banyak omong lu, tau apa tentang acara ini?"
"Setidaknya negara ini membebaskan berpendapat."
"Halah..."
Di atas adalah sekilas tentang cerita ini. Mau tau lebih lanjut, yuk baca cerita ini.
Petualang sejati akan hidup abadi dan tak akan pernah mati. Goresan yang ia lukiskan akan selalu diingat olehnya yang berarti.
-Selamat membaca teman-teman, semoga terhibur.