Sang Penulis

Sang Penulis

  • WpView
    Reads 274
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 8, 2019
Namaku, fathila salsabila. Hobiku menulis. Tidak ada yang tahu tentang hobiku yang satu ini, termasuk Mamah dan bang fatih sekalipun. Mereka tidak perlu tahu tentang hobiku ini, karena jika mereka tahu, merekapun akan tahu tentang seseorang yang selama ini aku cinta. Namun, siapa sangka orang asing telah mengetahui tentang rahasiaku ini. Dan akhirnya aku dan orang asing itupun membuat kesepakatan, agar dia bisa tutup mulut. Tapi, bodohnya aku. Aku malah jatuh cinta sama orang asing yang bahkan belum aku kenal terlalu jauh. Lantas aku harus bagaimana?. -Haba Fasala-
All Rights Reserved
#2
azzahra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perfect [Malik's Family 2] ✓
  • Senja dan Mentari
  • GAME OVER [TERBIT]
  • ARAKHA
  • HAFI & NABILA [REVISI]
  • 𝙼𝙰𝙽𝚃𝚄-𝙰𝚋𝚕𝚎✔
  • Lawful Love
  • (COMPLETE) UAJC Tiara Baron ( Untuk Apa Jatuh Cinta )
  • Ada Cinta di SMA (End)
  • Surah Hafalan untuk Ustadz (TELAH TERBIT)

Spin off "Mr. Boarding House" Di sarankan baca MBH dulu, tapi kalau mau baca ini langsung boleh, kok. 🚫WARNING🚫 DILARANG BAPER?! BIJAKLAH DALAM MEMBACA?! *** Bagaimana respon kalian ketika dilamar oleh seorang lelaki berbeda iman dengan kalian? *** "Kalau begitu, izinkan saya menjadi mahrom kamu." Kenzie menatap Safa lekat. Sorot matanya terlihat serius sekali. Sesaat jantung Safa berdetak tak karuan. Seumur hidupnya dia belum pernah mendengar perkataan seperti itu dari seorang pria. Akan tetapi, untuk pertama kalinya dia mendengar itu dari Kenzie. Apa maksud pria ini? "Nggak semudah itu, Pak," balas Safa akhirnya. Kedua alis Kenzie bertaut. "Kenapa nggak mudah?" tanyanya heran. "Dari buku yang saya baca. Kalau ingin menjadi mahrom dari seorang yang dia sukai. Dia tinggal menikahinya." Napas Safa tercekat. "Ma-maksudnya?" Dia bukan tak peka. Dia malah sangat peka dan bodohnya malah bertanya seperti itu. "Ayo kita menikah!" *** DON'T COPY MY STORY?!

More details
WpActionLinkContent Guidelines