Hujan Harapan

Hujan Harapan

  • WpView
    GELESEN 318
  • WpVote
    Stimmen 80
  • WpPart
    Teile 5
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Juli 23, 2019
WpInfo
Belletristik
Fantasy
» SMAN Semesta⚛Series « "Siapa yang akan percaya? Kita bukan anak SD yang percaya hujan dapat mengabulkan permohonan." - Rainy Dhira Aella. "Tapi Antariksa tidak pernah membenci Nona Hujan." - Antariksa Pranata. "Aku ingatkan ke kamu. Jangan dekat Antariksa." - Langit Faezura. •• » Tercatat Siswa⚛Angkatan'18 '19 « ☔☔☔ Sepenggal kisah fantasi mengenai hujan. Note: Jika menemukan ilustrasi yang sama secara sebagian ataupun keseluruhan seperti karya saya ini. Tolong beritahu saya! Terima kasih❤ Copyright©2019 by nadse_ahla ✍start : 11/01/19 🎖Rank # 9 -- kesedihan 🎖Rank # 4 -- rintik
Alle Rechte vorbehalten
#79
kekuatan
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Rainangkasa #2 [END]
  • Peluk Luka Hujan
  • Rainangkasa [TERBIT]✅
  • THE RAIN
  • Hujan Di Langit November
  • HUJAN DI BULAN JUNI
  • Catatan Tentang Hujan
  • FIZYA

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2023 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien