Story cover for Gallium by Dariwuss
Gallium
  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jan 13, 2019
"Jangan ganggu, dia sudah tenang!"

***

Kebebasan. Sepertinya satu kata itu yang diinginkan semua remaja.

Tapi takdir keluarga tidak ada yang tahu kan, kita keluar dari rahim siapa.

Sosok yang ceria, aktif, seperti Zenda bahkan kebahagiaannya harus direnggut dari kecil hanya karena tradisi.

Mungkin akan mudah jika dilalui oleh Sean yang sifatnya sudah pendiam, realistis, bahkan dia termasuk orang yg terlalu serius dalam banyak hal.

Dua keluarga ini satu visi. Jadi apa yg diharapkan jika semua jalan hidup sudah berpegang kendali di tangan orang tua. Bukannya membantah orang tua juga durhaka.
All Rights Reserved
Sign up to add Gallium to your library and receive updates
or
#250hayalan
Content Guidelines
You may also like
Zenna Story by Senaaraini
37 parts Ongoing
Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!
You may also like
Slide 1 of 9
A Letter to My Sister cover
Fajar & Senja cover
Make A Wish | Lee Haechan✔(SUDAH TERBIT!) cover
Suara Yang Tak Pernah Di Dengar  cover
KELABU BIRU [END] -REVISI cover
ℤ𝔸𝕐ℕ cover
SKENARIO RASA  cover
Galaksi✓ cover
Zenna Story cover

A Letter to My Sister

11 parts Ongoing

Ada sebuah rumah kecil yang berdiri dengan jendela penuh cahaya, tapi di dalamnya tersimpan kisah yang jauh dari kata sempurna. Di sana, seorang kakak bernama Arumi menjadi langit untuk empat adik laki-lakinya: Dion yang selalu mencoba jadi penopang, Haris yang berapi-api tapi diam-diam rapuh, Jewa yang menyembunyikan luka di balik senyum, dan Awan, si bungsu yang tumbuh terlalu cepat. Mereka bukan keluarga sempurna. Dunia menaruh mereka di persimpangan yang gelap, memaksa mereka berjalan dengan kaki telanjang, sambil menertawakan pahitnya hidup agar tidak hancur oleh kenyataan. Namun di balik tawa sarkas dan candaan receh, ada cinta yang diam-diam mereka jaga. Cinta yang membuat mereka bertahan, bahkan saat satu per satu kehilangan mulai merenggut kebahagiaan yang tersisa. "A Letter to My Sister" bukan sekadar kisah keluarga. Ini adalah cerita tentang cinta yang dipaksa tumbuh di tanah retak, tentang pengorbanan yang tidak selalu mendapat balasan, dan tentang kehilangan yang diam-diam menunggu di ujung jalan. Mungkin, di kehidupan lain, mereka bisa kembali duduk satu meja-lengkap, utuh, dan tanpa air mata.