Gallium

Gallium

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 15, 2020
"Jangan ganggu, dia sudah tenang!" *** Kebebasan. Sepertinya satu kata itu yang diinginkan semua remaja. Tapi takdir keluarga tidak ada yang tahu kan, kita keluar dari rahim siapa. Sosok yang ceria, aktif, seperti Zenda bahkan kebahagiaannya harus direnggut dari kecil hanya karena tradisi. Mungkin akan mudah jika dilalui oleh Sean yang sifatnya sudah pendiam, realistis, bahkan dia termasuk orang yg terlalu serius dalam banyak hal. Dua keluarga ini satu visi. Jadi apa yg diharapkan jika semua jalan hidup sudah berpegang kendali di tangan orang tua. Bukannya membantah orang tua juga durhaka.
All Rights Reserved
#1
scenario
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Grow Up [COMPLETED]
  • Sandyakala | Haechan
  • SKENARIO RASA
  • Fajar & Senja
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]
  • Zenna Story
  • ℤ𝔸𝕐ℕ
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Edelweiss Gugur di Musim Semi

Terlalu banyak ambisi terlalu berbahaya bagi diri sendiri. Keinginan terkuat Violet saat ini hanyalah keluar dari penjara berkedok rumah, sebab di sana ada banyak perintah yang harus Violet taati. Arik, Ayah Violet sangat menginginkan Violet terlihat sempurna di mata semua orang. Arik memaksa putrinya sendiri agar bisa melakukan segalanya, dapat menguasai berbagai macam bidang. Alasannya hanya satu, Arik tidak mau keluarganya ditertawakan karena memiliki anak yang tak bisa apa-apa. Karena itulah Violet ingin kabur, mencari kehidupan yang sebenarnya, mencari kebebasan di luaran sana. Namun, rasa sayangnya Violet pada Arik menguburkan niatan yang telah Violet rancang. Berantakan, semuanya telah berkeping tak bersisa. Sampai kapan pun, mungkin selamanya Violet akan terkurung di kediaman yang penuh dengan kekangan. Menahan diri agar bisa bertahan, menahan air mata yang tak pantas Violet luruhkan. Hingga Violet bertemu Edgar, musuh yang sudah terjalin di awal masuk Sekolah Menengah Atas. Kedatangan Edgar dalam hidup Violet semakin mengacaukan Violet, hatinya kian membawa beban, dengki akan sikap Edgar yang begitu menyebalkan. Sampai pada akhirnya rasa itu hadir, menghilangkan sedikit demi sedikit luka yang Violet terima, mengusap linangan cairan bening setiap kali Violet menangis, dan menyelamatkan Violet supaya bisa menghirup udara yang benama kebebasan. Namun, tak lama hubungan Violet dengan Edgar terdengar ke telinga Arik. Sehingga pria paruh baya itu semakin memaku Violet agar tidak bertindak kelewat batas. Pertanyaannya, bisakah Edgar membantu Violet agar kembali bisa menatap pemandangan yang lebih indah dibandingkan dengan buku-buku sialan yang selama ini Violet kencani? Atau ... tidak? ^_^ #WMChallenge30Days __ GROW UP__ Copyright ©2021 by linohyun_

More details
WpActionLinkContent Guidelines