KASUNA

KASUNA

  • WpView
    Reads 122
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 5, 2019
WpInfo
Fiction
Fantasy
Akibat perburuan liar, populasi penghuni hutan menurun drastis, salah satunya burung Crukcuk Kuning. Nafsu harta dan kekayaan membuat semua orang ingin memiliki burung cantik itu, terutama para pemburu. Kasuna Dwiyandita adalah seorang pustakawan di kota Dawan. Hubungan dengan kakaknya selalu bermasalah dan tidak pernah akur. Sampai suatu hari, Kasuna memutuskan untuk pergi ke hutan. Di sana, Kasuna bertemu dengan burung crukcuk kuning yang langka dan pemburu yang harus dia percayai. [Fantasi || Retelling Dongeng] Gambar cover : Pinterest Copyright © Fantasy 2019 by Mila Yun
All Rights Reserved
#5
pemburu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lightshadow
  • Turnamen Mentari | Seri 1 | END
  • The Most Beautiful Pain
  • ARKARA, Kembalinya Sang Kesatria
  • Flower and the Crown
  • Aidan dan Legenda Batu Kembar
  • Cemoro Geni [TAMAT]
  • Tomb Of Leviathan [TAMAT]
  • Everything We Burn
  • Beauty and The Dragons

{PLAGIAT DILARANG MENDEKAT} Cerita ini murni hasil dari pemikiran dan ide author. Warning typo bertebaran!! . . . Di kekaisaran Melatonandia, ada sebuah legenda tentang Hutan Kabut dimana terdapat sebuah pohon besar yang tumbuh subur didalamnya. Konon siapa saja yang berhasil menemukan pohon tersebut maka seluruh keinginannya akan terkabul, dan jika tidak mereka tidak akan bisa kembali. "Pohon apa yang dimaksud itu?" "Tidak ada yang mengetahuinya." "Mengapa? Bukankah seharusnya ada seseorang yang berhasil keluar dari sana?" "Hanya satu orang yang berhasil lolos dari tempat tersebut, Yang mulia kaisar. Tetapi beliau menolak untuk mengatakan apapun yang berkaitan dengan hutan tersebut." Sienna Blair yang merasa putus asa mulai berharap dengan keajaiban yang akan datang padanya. Namun bukannya menunggu, dia dengan berani mulai pergi ke tempat terkutuk itu untuk meminta sebuah permohonan. "Semuanya keliru, tidak ada yang salah dengan hutan ini!" "Padahal baru kemarin kau memohon dengan sungguh-sungguh padaku." "Aku tidak sudi meminta pertolongan pada iblis terkutuk sepertimu!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines