Jodoh Untuk si Bar-bar

Jodoh Untuk si Bar-bar

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 27, 2025
Jodoh itu penuh misteri. Ya, sama halnya seperti kamu, yang ku kira bakal jadi jodohku, eh malah jadi jodoh sahabatku. ~Aiden ***** Parahnya lagi kalau kamu maunya dia, tapi dia maunya kakakmu. ~Reghan ***** Yang lebih sakit itu, saat aku mencintamu dengan tulus, tapi di hatimu sama sekali tak ada cinta. Untukku. ~Floren ***** Nyatanya, jodoh memang tak sesederhana yang kita bayangkan, tapi tak serumit yang kita pikirkan pula. Pada dasarnya manusia diciptakan berpasang-pasangan, cuma takdir kadang perlu bermain-main sedikit untuk memberi pelajaran pada tiap insan akan arti sebuah kehadiran. Entah hadirnya cinta, atau ... jodoh yang ternyata tak pernah jauh dari kita.
All Rights Reserved
#627
pengorbanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines