We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Teman A
  • WpView
    Reads 440
  • WpVote
    Votes 68
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 27, 2021
WpInfo
Fiction
Horror
"Kamu cantik kalau dilihat dari dekat, makanya jangan jauh jauh, nanti kangen" -Teman A Warn, This's Original Character! Umur dan tingkatan (antara yang lebih muda/tua) cast tidak sesuai dengan di real life Ara, seorang gadis biasa yang kebetulan memiliki sahabat dengan kemampuan indigo yang terkadang dengan seenak jidatnya menunjuk ia sebagai alat untuk membantu para ruh yang sedang tersesat di bumi. Ini menyebalkan -awalnya- karena ruh itu sering menampakkan diri dengan wujud mengenaskan dan Ara membenci hal itu. Namun, seiring berjalannya waktu ia mulai menyukai kegiatannya itu, ia jadi memiliki banyak kenalan dan pengalaman menarik. Kisahnya yang semula hanya membantu ruh itu semakin menarik saat ternyata sahabatnya-Fia-justru mengenalkannya pada seorang lelaki, anak SMA akhir yang membuat harinya lebih berwarna. Tapi semakin lama terasa ada kejanggalan pada lelaki yang kerap disapa Teman A itu. Pasalnya, Teman A tak pernah menjelaskan dirinya secara lengkap, hanya sedikit perkenalan dari pertemuan yang singkat, ditanya pun pria itu tidak akan menjawab. Ara jadi ragu, apa Teman A-nya itu manusia?
All Rights Reserved
#1
twicelokal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • This Heart (MONSTWICE)
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • The Meaning of Life (MiChaeng ft. SaiDa) ✔
  • It's Always Been You✔️
  • ᶠᵃᵏᵉ 𝐑𝐞𝐥𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧𝐬𝐡𝐢𝐩 [END]
  • Where My Brother? [FF TwicExo]
  • WHEN SPRING COMES AGAIN ( END )
  • Love's Serendipity
  • Baby Seojun,Malaikat Kecil [2]

[END] Hati yang terlihat kuat, namun nyatanya paling rapuh. Memperjuangkan seseorang yang bahkan tidak tahu hatinya untuk siapa. Yang pasti ia tidak pernah yakin bahwa orang yang diperjuangkannya akan memberinya kesempatan sekedar untuk hinggap di hatinya. Ia sadar yang dilakukannya salah. Logikanya memilih untuk melupakan orang yang selama ini diperjuangkannya. Tapi hatinya? Ah tidak. Hatinya tetap memilih orang itu. Tetes demi tetes air mata ia alirkan. Seolah dunia harus tahu bagaimana keadaan hatinya disaat ia sedang dilanda kebimbangan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines