JEJAK
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 19, 2019
Rian, begitu semua orang menyapaku. terdengar seperti lelaki memang, namun aku wanita tulen. kadang temenku sendiripun suka usil dengan namaku. lengkapnya Riantini namaku nama pemberian ibuku sejak lahir. meski tanpa ayah yang mendampingiku, aku selalu merasakan pelukan lembut dari ibu, bagiku dia harta yang paling berharga. sejak kecil, hingga aku dewasa tak pernah rasanya ibu membuatku menangis. Aku mengerti ibu, aku paham kondisi ibu, aku sayang ibu, aku ingin slalu bersama ibu. Aku termasuk orang yang selalu dipandang sebelah mata, apapun yang aku lakukan selalu salah di mata orang lain. Apapun ptestasi yang aku dapatkan tak pernah mendapatkan pujian dari orang lain. Tentunya tak masalah buatku, pujian dan apresiasi dari ibu cukup membuatlu senang dan kembali melanjutkan hidup. Hingga akhirnya aku mempunyai suami, perjalanan mulus pun tak kunjung ku dapatkan. Akhir hidup yang membuat orang menarik nafas panjang. Tapi aku tetap bahagia, aku sudah punya segalanya. Ketulusan seorang ibu, kasih sayang seorang anak cukup membuatku menjadi wanita sempurna.
All Rights Reserved
#234
ceritahidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Embun Pagi
  • Istri Atau Sarjana [Tamat]
  • My Icy Doctor (Tamat)
  • Jodoh Pilihan Abi
  • Angel To Raya (END)
  • selamat pagi cinta
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • philopobhia

Namaku Anahita Embun Prasetyo, aku hidup dalam keluarga kurang mampu yang memiliki seorang ayah penerima jasa antar jemput cuci kendaraan dan seorang ibu rumah tangga yang sangat penyayang. diusiaku yang masih menginjak 12tahun aku dituntut untuk mandiri dalam segala hal. tidak seperti selayaknya anak berusia belasan tahun yang masih memiliki kesempatan bermain dan bermanja-manja. bahkan aku terkadang merasa iri melihat teman-temanku yang bisa bermain dan terpenuhi keinginannya, seperti memiliki sepedah, boneka, dan peralatah sekolah yang layak. sedangkan aku yang setiap harinya sepulang sekolah selalu membantu ibu menjajakan kue nya keliling kota. aku yang menginginkan sesuatu harus dengan bekerja dahulu sebelum mendapatkannya terkadang merasa dunia ini sangat tidak adil, terkadang aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa hanya keluargaku yang tuhan hukum atas kemiskinan. tapi walau begitu aku tidak pernah ingin berputus asa, karena ibu selalu berkata jika kita ikhlas dengan cobaan yang tuhan berikan maka sedikit banyak masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, rezeki dan nasib seseorang sudah diatur sedemikian rupa oleh tuhan. dimana kita yakin bahwa suatu saat akan ada masanya kita menjadi orang sukses dan menjadi orang yang beruntung. setiap kalimat yang ibukku katakan aku jadikan sebagai motivasi diriku agar kelak aku dapat menjadi orang yang berhasil dan membahagiakan mereka. meskipun sekarang banyak sekali cacian dan makian orang yang selalu merendahkan kami, tapi aku tetap berteguh pada tekadku untuk mengejar cita-citaku. aku ingin sekali menjadi seorang penulis karya yang dikenal banyak orang dan sukses, aku ingin dari hasil kerja kerasku mampu mengangkat derajat keluarga kami agar tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan kami.

More details
WpActionLinkContent Guidelines