Story cover for JEJAK by FitriyaniAD
JEJAK
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Jan 14, 2019
Rian, begitu semua orang menyapaku. terdengar seperti lelaki memang, namun aku wanita tulen. kadang temenku sendiripun suka usil dengan namaku. lengkapnya Riantini namaku nama pemberian ibuku sejak lahir. 
meski tanpa ayah yang mendampingiku, aku selalu merasakan pelukan lembut dari ibu, bagiku dia harta yang paling berharga. sejak kecil, hingga aku dewasa tak pernah rasanya ibu membuatku menangis. Aku mengerti ibu, aku paham kondisi ibu, aku sayang ibu, aku ingin slalu bersama ibu.
Aku termasuk orang yang selalu dipandang sebelah mata, apapun yang aku lakukan selalu salah di mata orang lain. Apapun ptestasi yang aku dapatkan tak pernah mendapatkan pujian dari orang lain. Tentunya tak masalah buatku, pujian dan apresiasi dari ibu cukup membuatlu senang dan kembali melanjutkan hidup.
Hingga akhirnya aku mempunyai suami, perjalanan mulus pun tak kunjung ku dapatkan. Akhir hidup yang membuat orang menarik nafas panjang. Tapi aku tetap bahagia, aku sudah punya segalanya.
Ketulusan seorang ibu, kasih sayang seorang anak cukup membuatku menjadi wanita sempurna.
All Rights Reserved
Sign up to add JEJAK to your library and receive updates
or
#762ceritahidup
Content Guidelines
You may also like
Embun Pagi by BagasYeni
12 parts Complete
Namaku Anahita Embun Prasetyo, aku hidup dalam keluarga kurang mampu yang memiliki seorang ayah penerima jasa antar jemput cuci kendaraan dan seorang ibu rumah tangga yang sangat penyayang. diusiaku yang masih menginjak 12tahun aku dituntut untuk mandiri dalam segala hal. tidak seperti selayaknya anak berusia belasan tahun yang masih memiliki kesempatan bermain dan bermanja-manja. bahkan aku terkadang merasa iri melihat teman-temanku yang bisa bermain dan terpenuhi keinginannya, seperti memiliki sepedah, boneka, dan peralatah sekolah yang layak. sedangkan aku yang setiap harinya sepulang sekolah selalu membantu ibu menjajakan kue nya keliling kota. aku yang menginginkan sesuatu harus dengan bekerja dahulu sebelum mendapatkannya terkadang merasa dunia ini sangat tidak adil, terkadang aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa hanya keluargaku yang tuhan hukum atas kemiskinan. tapi walau begitu aku tidak pernah ingin berputus asa, karena ibu selalu berkata jika kita ikhlas dengan cobaan yang tuhan berikan maka sedikit banyak masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, rezeki dan nasib seseorang sudah diatur sedemikian rupa oleh tuhan. dimana kita yakin bahwa suatu saat akan ada masanya kita menjadi orang sukses dan menjadi orang yang beruntung. setiap kalimat yang ibukku katakan aku jadikan sebagai motivasi diriku agar kelak aku dapat menjadi orang yang berhasil dan membahagiakan mereka. meskipun sekarang banyak sekali cacian dan makian orang yang selalu merendahkan kami, tapi aku tetap berteguh pada tekadku untuk mengejar cita-citaku. aku ingin sekali menjadi seorang penulis karya yang dikenal banyak orang dan sukses, aku ingin dari hasil kerja kerasku mampu mengangkat derajat keluarga kami agar tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan kami.
Love Hurts by RennySande
11 parts Complete
Sejak kecil Renata adalah gadis yang hidup penuh dengan perasaan cinta di hatinya, ia sangat mencintai orang-orang disekelilingnya, meski tak pernah ada seorang pun yang mencintainya termasuk-Natalia-ibu kandungnya sendiri. Renata selalu merasa bahwa Natalia sangat membencinya. Selama ini Renata hanya bisa bermimpi jika suatu saat nanti ia bisa merasakan kasih sayang dan pelukan hangat dari wanita yang melahirkannya itu. Selama ini yang menjadi penghibur dan penopang terbesar dalam hidupnya adalah-Romeo-sahabatnya sejak kecil. Romeo selalu menganggapnya sebagai Adik dan tidak pernah lebih dari itu, walaupun sesungguhnya Renata memiliki perasaan lebih terhadapnya, namun sayang Romeo tidak pernah bisa peka dengan perasaan yang dimiliki oleh Renata. ••••• Apakah terlalu sulit, untuk bisa memahami perasaanku ... aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku sangat mencintaimu. Saat ini yang kumiliki hanya kamu, kamu yang selalu ada untukku. Bagiku kamu adalah semangat yang mampu membuatku tegar menghadapi dunia yang tak pernah adil padaku. Tolong jangan tinggalkan kusendiri, tanpamu aku bisa mati. Aku akan tetap mencintaimu, meski tak kau sadari itu. Tuhan, kenapa aku merasa hidupku ini begitu sangat menyakitkan, aku merasa diriku ini selalu ditolak dan tidak diinginkan oleh duniaku. Apa yang salah denganku sehingga aku selalu diperlakukan seperti ini? Apa salah jika aku berharap perasaan cinta yang kurasanan ini terbalas? Aku juga ingin bahagia, meski hanya sesaat.... -Renata Wijaya- ◇◇◇◇◇ Copyright©2015 By : Renny Sande Genre : Novel Dewasa Romantis Status : Tamat
You may also like
Slide 1 of 10
Pelangi yang Telah Lama Hilang cover
Embun Pagi cover
Love Hurts cover
philopobhia cover
SELEPAS KAU PERGI (END) cover
Merried  cover
Because I Love You ( TAMAT  ) cover
Istri Atau Sarjana [Tamat] cover
Jodoh Pilihan Abi cover
Angel To Raya (END) cover

Pelangi yang Telah Lama Hilang

13 parts Complete

"siapapun tante, adik ayah, adik bunda, tetangga atau simpanan ayah, aku anggap tante cuma benalu tau" ucapku memberi penekanan pada kata simpanan. Wajah Tante Dista terlihat terkejut. "heiii.."ia membentakku "ga pernah di didik ya sama bunda mu, ternyata bundamu itu ga becus jadi seorang ibu ya pantas saja ayahmu tergila gila pada ku" "kamu ga usah senang dulu, suatu saat nanti aku yang akan mengusirmu dengan tanganku sendiri" sambungnya Aku menyeringai "barusan kau buat pengakuan kan" tanyaku menatapnya jijik. Tante Dista terlihat kikuk. "hahaa..... Jadi kau memang simpanan ayah. Dan masih sanggup tinggal dirumah kami. Ga tahu malu"ucapku dengan penekanan di kata simpanan dan malu. "kauuu-"ucapnya tertahan ketika bunda mulai mendekati kami. Aku mendekat ke arah tante Dista tetap mempertahankan senyum palsuku. Menginjak kakinya dengan keras, dan pura pura mencium pipinya dengan mesra. Dia menjerit tertahan dan aku senang. Tanganku yang bebas menarik rambutnya yang terjuntai panjang. Dia meringis dan mencengkram tanganku kuat kuat. Bunda tak pernah tau itu. Bunda hanya tersenyum dan menganggap semuanya akan baik baik saja. Padahal aku dan tante Dista sedang menyiapkan strategi perang kami masing masing.