We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
JEJAK
  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 19, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Rian, begitu semua orang menyapaku. terdengar seperti lelaki memang, namun aku wanita tulen. kadang temenku sendiripun suka usil dengan namaku. lengkapnya Riantini namaku nama pemberian ibuku sejak lahir. meski tanpa ayah yang mendampingiku, aku selalu merasakan pelukan lembut dari ibu, bagiku dia harta yang paling berharga. sejak kecil, hingga aku dewasa tak pernah rasanya ibu membuatku menangis. Aku mengerti ibu, aku paham kondisi ibu, aku sayang ibu, aku ingin slalu bersama ibu. Aku termasuk orang yang selalu dipandang sebelah mata, apapun yang aku lakukan selalu salah di mata orang lain. Apapun ptestasi yang aku dapatkan tak pernah mendapatkan pujian dari orang lain. Tentunya tak masalah buatku, pujian dan apresiasi dari ibu cukup membuatlu senang dan kembali melanjutkan hidup. Hingga akhirnya aku mempunyai suami, perjalanan mulus pun tak kunjung ku dapatkan. Akhir hidup yang membuat orang menarik nafas panjang. Tapi aku tetap bahagia, aku sudah punya segalanya. Ketulusan seorang ibu, kasih sayang seorang anak cukup membuatku menjadi wanita sempurna.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • My Icy Doctor (Tamat)
  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • SHADOW ( Selesai)
  • philopobhia
  • Istri Atau Sarjana [Tamat]
  • ALRIN
  • RANNA
  • Embun Pagi
  • Jodoh Pilihan Abi

"siapapun tante, adik ayah, adik bunda, tetangga atau simpanan ayah, aku anggap tante cuma benalu tau" ucapku memberi penekanan pada kata simpanan. Wajah Tante Dista terlihat terkejut. "heiii.."ia membentakku "ga pernah di didik ya sama bunda mu, ternyata bundamu itu ga becus jadi seorang ibu ya pantas saja ayahmu tergila gila pada ku" "kamu ga usah senang dulu, suatu saat nanti aku yang akan mengusirmu dengan tanganku sendiri" sambungnya Aku menyeringai "barusan kau buat pengakuan kan" tanyaku menatapnya jijik. Tante Dista terlihat kikuk. "hahaa..... Jadi kau memang simpanan ayah. Dan masih sanggup tinggal dirumah kami. Ga tahu malu"ucapku dengan penekanan di kata simpanan dan malu. "kauuu-"ucapnya tertahan ketika bunda mulai mendekati kami. Aku mendekat ke arah tante Dista tetap mempertahankan senyum palsuku. Menginjak kakinya dengan keras, dan pura pura mencium pipinya dengan mesra. Dia menjerit tertahan dan aku senang. Tanganku yang bebas menarik rambutnya yang terjuntai panjang. Dia meringis dan mencengkram tanganku kuat kuat. Bunda tak pernah tau itu. Bunda hanya tersenyum dan menganggap semuanya akan baik baik saja. Padahal aku dan tante Dista sedang menyiapkan strategi perang kami masing masing.

More details
WpActionLinkContent Guidelines