Choices
  • WpView
    Reads 4,307
  • WpVote
    Votes 1,667
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 25, 2025
Banyak yang bilang masa SMA adalah masa terindah sekaligus penuh kenangan. Apalagi bila kisah asmara ala - ala cinta monyet ikut serta di dalamnya. Itulah yang akan dicari oleh Sasha, sepenggal kisah asmara yang harus ia rasakan sebelum menanggalkan seragam putih abu - abunya. Namun entah pada siapa hatinya akan jatuh. Entah pada ketos yang diam - diam menaruh perhatian padanya, cowok keras kepala yang tiba - tiba mengejarnya atau bahkan pada si kunyuk yang hampir 24/7 ada untuknya?? Perjalanannya itu pun ikut ditemani oleh Smitwo gang, para manusia absurd yang memiliki akhlak bak akar serabut. ----- I hope you like it. Happy Reading:) -sha🌻 nb : pict photo by pinterest ya guiseee
All Rights Reserved
#545
riize
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Selebgram [end]
  • FALLING IN LOVE
  • DEVIAN [END]
  • Garis Luka
  • SI TAMPAN AERO
  • We Are Best Friend! [ Telah Terbit ]
  • AKSELIO (TERSEDIA DI KARYAKARSA)
  • GERALDI [SUDAH TERBIT]
  • GALANG [SELESAI]

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines