Rainy
  • WpView
    Reads 1,026
  • WpVote
    Votes 124
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 22, 2021
(on going) Saila Rainy Khiarani. Buntut kuda dikepalanya selalu bergoyang setiap kali gadis itu bergerak. Ia hanya gadis buntut kuda yang menyukai hujan dan bernyanyi. Gemericik air hujan seakan musik baginya. Saila, gadis menawan juga ramah. Ia incaran para kaum adam disekolah. Termasuk si ketua osis yang terkenal dengan wajah jenakannya. Semua orang akan menganggap Saila adalah gadis yang sempurna dengan dikaruniai setiap lekuk wajah yang sempurna, postur tubuh yang ideal, suara yang merdu, sifat yang manis juga ramah menjadi nilai plus untuk dirinya. Membuat siapapun ingin melindungi sibuntut kuda dari segala permasalahan. Tetapi, Saila pikir hidupnya tidak sesempurna apa yang dikatakan orang lain. Saila memiliki keluarga yang dulu sangat harmonis, tetapi tidak untuk sekarang. Permasalahan kian memuncak seiring berjalannya waktu. Persahabatan yang sudah dibangun kuat-kuat kini mulai runtuh akibat beberapa permasalahan yang tiba-tiba datang karena dirinya. Ia hanya dapat tersenyum getir pada hujan yang turun menerpa tubuhnya. Ini hanya sebuah kisah si buntut kuda yang tengah mencari arti cinta, sahabat, keluarga yang sebenarnya. Bersama hujan yang mengiringi langkahnya. 'Hujan akan tetap turun meskipun banyak orang yang melarangnya' *** "Senyum dong, hujan ga bakal turun kalau lo ga senyum" Rafa menarik ujung bibir Saila keatas. "Nah gitu dong, kan tambah cakep" "Gue bakal kejar kemana pun lo pergi, bidadarinya Rapa " *** "Gue kembali untuk lo" 'Gue berjanji akan melindungi lo dari apapun' "Lo ga sendirian, Rain" Edhan menarik Saila kedalam pelukannya.
All Rights Reserved
#85
sahabatkecil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Kapasitas Semesta
  • Raina Maramitha
  • Mentari Sebelum Hujan (SQUEL RAINA HUJAN TELAH DATANG)
  • Yang Dicari
  • Rain(y) Rei (COMPLETED)
  • PETRICHOR [Lengkap]

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines