Diam Diam Aku Menyukaimu

Diam Diam Aku Menyukaimu

  • WpView
    Reads 142
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureOngoing1h 56m
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 15, 2019
kisah seorang perempuan yang mulai menyukai laki-lakinya dalam diam dan selalu menyimpan perasaan ini seolah ia tidak merasakan apapun saat di dekat lelakinya. akankah perempuan ini terus diam dengan perasaannya atau dia akan mengungkapkannya. Hallo Readerss ini cerita pertamaku di wattpad semoga kalian suka ya jangan lupa vote dan comment salam manis pisss B)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Putih abu-abu
  • Sampai Menutup Mata
  • Hingga Ke Penghabisan
  • Unspoken Things
  • Hak Milik Arissa Aura Sofea | Ongoing
  • Hujan Rinduku (Keluarga, Cinta, dan Impian) β˜‘οΈ
  • Beneath His Gentle Lies [OG]
  • Sampai di titik, "Hallo" lagi
  • The Fifth Season [βœ”]

Rio menatap gadis yang berjongkok di depannya menangisi kuas yang telah terbagi menjadi dua di depan teras rumah. pria itu menjajarkan berjongkok dan emncoba menatap mata Andini yang angkuh namun kini dipenuhi dengan air mata. "jangan nangis, berisik, saya terganggu" Andini menatap Rio dengan penuh kemarahan. "pasti lo yang kasih tau ke papa dan mama kan?! daar tukang ngadu! harunya lo tau diri! gue udah cukup baik dengan nerima lo di rumah gue!" itulah ucapan kasar Andini yang selalu membal di hati Rio. setelah seminggu berlalu, Andini menatap sebuah kuas yang sama persis terletak di dalam tasnya 'jangan nangis berisik' Andini tau kuas itu dari siapa, dan dari mana asalnya. dan dalam seminggu jantung Andini ebrdetak kembali lebih cepat seperti biasa, ketika ia terlalu dekat dengan Rio, ketika Rio menggendongnya di belakang, atau ektika Rio pasrah menjadi bulan-bulanannya. dan Andini tahu, itu bukan sekedar kagum. ia jatuh cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines