Go Ahead

Go Ahead

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 8, 2019
"Di suatu titik kamu akan sadar kalau kamu sudah memberikan begitu banyak untuk seseorang, sehingga yang bisa kamu lakukan akhirnya hanyalah berhenti. Pergilah. Bukan berarti kamu menyerah, dan bukan berarti kamu tidak mencoba. Kamu harus mengetahui bedanya determinasi dan keputus-asaan. Apa yang memang milikmu pasti akan jadi milikmu, dan apa yang bukan, sebagaimanapun kamu mencoba, tidak akan pernah jadi milikmu." Depok, 16 January 2019
All Rights Reserved
#4
penakecil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shadow That Fades
  • A Past Dark
  • Luckily Lazy [END]
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • tentang rindu ✔
  • Soft After Storm
  • Again?
  • ALONE

Ada cinta yang tumbuh seperti doa, pelan namun penuh harap. Ada rindu yang menyelinap tanpa suara, hanya terasa di dada. Cinta ini bukan tentang memiliki. Tapi tentang dua hati yang saling tahu arah tapi tak pernah sampai tujuan. Tentang seorang perempuan yang jatuh cinta, bukan karena obsesi, tapi karena hati yang tak bisa membohongi dirinya sendiri. Aruna tahu ini tak akan mudah. Ia mencintai dalam diam, dan menyadari barangkali sejak awal, ia memang ditakdirkan bukan untuk dimiliki, melainkan untuk belajar melepaskan. Mereka bertemu bukan karena takdir yang manis, tapi karena semesta ingin mereka belajar: Tentang kehilangan, tentang pengorbanan, tentang bertahan, dan akhirnya... tentang merelakan. "Kalau kamu capek, berhenti ya... Tapi jangan berhenti jadi kamu yang selalu peduli." "Tenang, aku memang bukan tempat kamu pulang, tapi aku selalu jadi rumah kalau kamu butuh diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines