Kita pernah berada dalam ruang waktu yang telah tersepakati. Kita pernah saling menguatkan dalam keadaan yang beragam. Kita pernah ada, sampai akhirnnya tiada. Dan semua pernah itu, hanya sebatas pernah.
Cinta memang hadir tanpa kita sadari, bahkan tanpa kita inginkan cinta tela menjadi satu bersama aliran darah. Rumit. Aku tidak pernah merasakan hal bodoh semacam ini. Apa aku baru sadar? Bahwa dialah satu-satunya yang selalu ada dalam hidupku? Dan dia satu-satunya yang selama ini aku nantikan. Kalian paham? Satu-satunya dan satu-satunya? Ya, ada dua cinta yang tumbuh dalam hati yang sama. Haruskah aku memilih? Keduanya bukan pilihan. Ada yang bisa membantuku keluar dari sini?