"I breathed in silence, praying to him so that no one would find me."
Di usianya yang masih di bilang remaja, Anna hampir lupa akan sebuah luka. Tubuhnya luka bahwa ia butuh istirahat. Takut sepi, tapi tak terucap. Hatinya sudah terbiasa akan sebuah luka. Hari-harinya di penuhi oleh darah, pecutan, dan sebuha luka fisik yang harus di sembuhkan. Korban bully dan korban toxic parents, lebih dari toxic, ibu dan ayahnya sering memukulinya.
Ingin mati, namun hanya dapat di ucapkan oleh bibir tipisnya dengan pelan. Lelah, Anna ingin tidur.
Berkat pria itu, Anna dapat merasakan sebuah kebahagiaan perlahan.
Anna lebih senang di kehidupannya saat ini. Di dalam ruangan gelap, diikat ketika sang dominan pergi keluar rumah. Gadis itu menjadi terkenal di kalangan kota, masuk ke dalam siaran berita, bahkan di tuding ada yang menjadi saksi bahwa Anna sudah meninggal karena kasus pembunuhan.
Gadis berusia 16 tahun itu sendiri tidak dapat menyimpulkan, apakah pria itu benar-benar berniat membunuhnya atau tidak. Bahkan, Anna berpikir bahwa pria itu malah hendak menyelamatkan Anna. Berbeda dari manusia-manusia di luar sana, pria itu tidak menyiksa Anna. Tidak mencekik, menusuk, meninju atau menjambak, pria itu halus, seperti pelindung baginya.
Di sisi lain, pria itu harus melepas Anna, yang lainnya, pria ini ingin Anna tetap berada di genggamannya.
Bagaimana keduanya akan bergerak dan mendengarkan suara hati mereka masing-masing?
---
Inspired by : Saiichiro no One Room
Warning : Typo, Eyd absurd, Kata tak baku, 18+ !, slow update, dll.
jika ada kesalahan, mohon di maklumi.
Vote, like, komennya~
***
@cliffordleon
36 chapitres En cours d'écriture Contenu pour adultes
36 chapitres
En cours d'écriture
Contenu pour adultes
Karina nggak pernah percaya cinta bisa datang dari orang yang seharusnya dia panggil "kakak". Tapi semuanya berubah sejak Aluna-kakak tirinya yang dingin, sempurna, dan selalu sok benar-mulai bikin jantungnya deg-degan tiap hari.
Tinggal serumah, satu atap, dan satu kampus bikin batas jadi blur. Awalnya Karina cuma iseng, pengen lihat seberapa jauh dia bisa gangguin Aluna. Tapi yang datang malah rasa baper, ketergantungan, dan... rasa yang salah.
Aluna tahu ini gila. Dia tahu Karina cuma adik tiri. Tapi tiap kali Karina nyolek, manja, atau tiba-tiba nyelonong masuk kamar, logika Aluna mulai nggak berfungsi.
Hubungan ini salah. Tapi perasaan mereka terlalu enak buat dihentikan.
Sampai suatu hari, satu kesalahan kecil mengubah segalanya...