My Ice Dosen

My Ice Dosen

  • WpView
    Membaca 3,454,810
  • WpVote
    Vote 218,744
  • WpPart
    Bab 55
WpMetadataReadLengkap Jum, Okt 30, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
♡Follow author dulu sebelum baca♡ #1 in literasi (10 juni 2020) #2 in literasi (16-20 juni 2020) #1 in klasik(10 agustus 2020) #1 in pelajar (19 agustus 2020) Kayla putri Raesya cewek cantik primadona difakultasnya tapi bodoh dalam pelajaran, justru jatuh cinta dengan dosen tampan tapi dingin, cuek, killer sekaligus pelit nilai bernama Satya pamungkas. Ia langsung jatuh hati saat pertama kali bertemu. **** Satya memejamkan matanya, "Saya nggak suka kamu ketemu sama Aldi" "Kenapa?" Pokoknya jangan" sahut Satya cepat. Kayla menggaruk kepalanya heran dengan sikap aneh pak Satya yang tiba-tiba melarangnya. "Pak Satya cemburu?" Tebak Kayla. Satya terdiam, "enggak. Buat apa saya cemburu"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Misi Kalisa (End)
  • Suamiku Dosen (SUDAH TERBIT)
  • Cuek VS Cerewet || Syaqeel [ END - PROSES REVISI ]
  • Key'vin [COMPLETED] ✅
  • DOSEN BUCIN - (TAMAT)
  • TROUBLE MAKER (OPEN PO)
  • ZHAIN GROUP BOYS (ON GOING)
  • Kaka Kelas Dingin (END)
  • DAREL (END)
  • ANASTORY [END]

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan