My Ice Dosen

My Ice Dosen

  • WpView
    Reads 3,450,205
  • WpVote
    Votes 218,667
  • WpPart
    Parts 55
WpMetadataReadComplete Fri, Oct 30, 2020
♡Follow author dulu sebelum baca♡ #1 in literasi (10 juni 2020) #2 in literasi (16-20 juni 2020) #1 in klasik(10 agustus 2020) #1 in pelajar (19 agustus 2020) Kayla putri Raesya cewek cantik primadona difakultasnya tapi bodoh dalam pelajaran, justru jatuh cinta dengan dosen tampan tapi dingin, cuek, killer sekaligus pelit nilai bernama Satya pamungkas. Ia langsung jatuh hati saat pertama kali bertemu. **** Satya memejamkan matanya, "Saya nggak suka kamu ketemu sama Aldi" "Kenapa?" Pokoknya jangan" sahut Satya cepat. Kayla menggaruk kepalanya heran dengan sikap aneh pak Satya yang tiba-tiba melarangnya. "Pak Satya cemburu?" Tebak Kayla. Satya terdiam, "enggak. Buat apa saya cemburu"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Key'vin [COMPLETED] ✅
  • Just Kidding
  • ANASTORY [END]
  • ALGAREV & [si cegil]
  • this is me
  • ZHAIN GROUP BOYS (ON GOING)
  • My Boyfriend Is Like Ice
  • DAREL (END)

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines