"PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"

"PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"

  • WpView
    Reads 20,320
  • WpVote
    Votes 655
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Tue, Mar 24, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Angin yg berhembus lembut di pipi disertai dengan suara adzan subuh yg telah berkumandang yg membuatku terbangun dari tidurku dan langsung bersiap siap untuk mengambil air wudhu dan setelah itu aku langsung memakai mukenahku dan turun menghampiri keluargaku yg sudah menungguku di musholah rumah,tangga demi tangga rumah yg kuturuni membuat semua keluargaku melihatku ,aku tersenyum sipuh sambil merasa malu yg membuatku harus berjalan sedikit cepat karena azan yg sudah selesai dikumandangkan,kami pun langsung mengerjakan sholat subuh berjamaah.setelah sholat subuh kami pun langsung menyetor ayat al- quran sedangkan bunda dan kakak iparku menyiapkan serapan untuk kami . Ayah mengajari kami tajwid demi tajwid yg ada di dalam al-quran ,sedangkan adikku yg menjengkelkan itu mengejekku dari belakang ayah yg membuat ku geram dan ingin sekali memberi pelajaran padanya ,tapi...apa boleh buat dia berada pas dibelakang ayah jika aku memberi dia pelajaran sekarang ayah pasti memarahiku ,karna kata ayah "kalo kita digangguin atau dihina orang lain anggaplah itu sebagai cobaan yg diberikan Allah Swt untuk mengecek seberapa kuat iman kita ". itu sebabnya yg membuat ku tetap bersabar jika aku digangguin oleh adikku yg menjengkelkan itu .setelah setoran ayat suci al-quran ayah pun langsung menuntun kami untuk berdoa ,disaat aku sedang berdoa tiba-tiba ada yg membisikkan ku "jangan lupa doain jodoh kakak biar bisa cepet ta'arufan ".aku langsung melihat kearah bisikan itu dan melihat adikku tepat ada di sebelah ku ,ketika aku melihatnya dia berpura pura berdoa dengan khusyuk . huffff.....sangat menjengkelkan (lekatku dalam hati)sabar....sabar....humairah.....(tambahku dalam hati)doa yg dipanjatkan oleh ayah pun selesai kami semua langsung berbaris rapi sambil menunggu untuk menyalam dan mencium tangan ayah .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • hanya untuk bunda
  • Senandung Rasa [SELESAI]
  • Eliinaa
  • Moonlight Glow in the Heart [On Going]
  • MAS SUAMI (END)
  • Air Mata Cinta Di Teras Surga ( SELESAI )
  • Assalammualaikum, Ustadz [END]
  • ALA
  • di akhir perang

"Gak usah sok suci deh, lo itu J***NG TAU GAK" teriak azzam keras, setetes air mata mengalir dari mata liyya, mendengar teriakan azzam yang begitu menusuk "gue kira bocah polos kayak lo tu emang beneran tulus, tapi ternyata gue salah, lo udah manfaatin muka polos lo itu buat nge bodohin gue IYA" belum sempat liyya menjawab azzam sudah kembali meradang. "Lo gak mau sama gue karena gue belum Kaya kan, jadi lo gak bisa foya foya kalau sama gue, dan lo malah sama om om itu supaya lo bisa punya banyak duit" sentak azzam keras, tanpa memperdulikan tatapan anak anak seisi kelas ipa 1, yang menatap azzam syok, apalagi mendengar teriakannya Mereka gak nyangka kulkas 7 pintu seperti azzam bisa banyak bicara kayak gitu "Lo gak mau pacaran sama gue bilangnya lo takut dosa tapi apa, LO MALAH SAMA OM OM ITU, NGAKU LO DIBAYAR BERAPA LO, BUAT BISA MUASIN MEREKA, JAWAB" suara azzam menggema, tak ada yang berani bersuara, semua takut jika azzam sudah mengamuk, bahkan ada yang berlari keluar kelas karena takut. Sedangkan liyya, air mata terus mengalir dari matanya, tanpa memperdulikan apapun liyya menghapus air mata kasar dan beranjak berlari pergi dari kelas. . . . Saat kalian bertanya siapa yang paling ku cinta di dunia ini? Jawabannya adalah bunda Dia bundaku.... Ya aku sangat menyayanginya dari dunia dan seisinya, aku hanya ingin, firman Allah yang kuhafal hari ini, kemarin dan esok, akan mengantarkannya kepada pintu syurga, ingin rasanya aku memasangkan mahkota hafalanku dikepalanya aku hanya ingin tetap bersamanya di dunia dan akhirat, aku hanya ingin melakukan setidaknya aku membalas satu persen dari yang dia lakukan untukku, meski hanya satu persen , aku tak mau memperosokkan dia kedalam jurang jahannam. maka izinkanlah kelak aku memasangkan mahkota ini di akhirat dan di dunia, meskipun kapan waktunya, aku akan berusaha

More details
WpActionLinkContent Guidelines