Nous avons mis à jour nos Directives du Contenu.
Consulte les dernières directives pour continuer à partager des histoires en toute sécurité.
En savoir plus 
Patung Bernyawa

Patung Bernyawa

  • WpView
    LECTURES 310
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadContenu pour adultesTerminé lun., févr. 4, 2019
WpInfo
Fiction
Mystère
Buku ke 2 Detective Fibonacci's menceritakan tentang "Patung Bernyawa" yang ada dikantor kepala sekolah. "Saya menduga patung itulah yang membunuh Pak Efrin Hasra...! Patung itu bergerak, jelas bergerak... Tidak ada yang memungkiri kata kata ku ini." -Mahmud (penjaga sekolah) "Saya rasa Pak Efrin dibunuh oleh patung itu...!" Sambil menunjuk objek tanpa pandangan melihat kepadanya. Pernah aku melihat patung itu menari nari sendiri... uuuh jadi merinding kalau ingat itu...!" -Nanda (penjaga sekolah) Itulah 2 pengakuan dari beberapa pengakuan yang ada. Bagaimana Fibonacci bersaudara memecahkan kasus ini...?!" Ikuti aksi Detective Fibonacci's dalam memecahkan misteri "Patung Bernyawa".
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • TARTARUS (END)
  • DISGUISE
  • Siapa Pelaku Sebenarnya
  • HELLO, HAPIS!
  • Kanara Saksi Lentera
  • Infinity High School
  • [END] High School of Mystery: Crimson Case
  • Tragedi Toilet Sekolah [END]
  • Jangan Panik! (On Going)
  • A Deadly Desire

[COMPLETE] *** [FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] *** 𝑻𝒂𝒓𝒕𝒂𝒓𝒖𝒔, 𝑻𝒆𝒎𝒑𝒂𝒕 𝒑𝒂𝒍𝒊𝒏𝒈 𝒅𝒂𝒍𝒂𝒎 𝒅𝒂𝒏 𝒈𝒆𝒍𝒂𝒑. *** News : "Diduga mengalami depresi, seorang siswi SMA LB ditemukan tewas setelah melompat dari atap gedung sekolah. Polisi belum menemukan motif pasti. Namun, beredar dugaan bahwa pihak sekolah menyembunyikan sesuatu dari publik." Semua orang percaya itu bunuh diri. Sampai tujuh murid paling berprestasi mulai menemukan potongan-potongan rahasia yang seharusnya tetap terkubur. Mereka adalah murid-murid genius yang hidup dengan privilege. Sampai suatu hari mereka sadar, sekolah ini tidak sedang mencetak siswa berprestasi. Melainkan sedang memilih siapa yang pantas mengetahui rahasia itu ... dan siapa yang harus ikut menghilang. *** 𝐖𝐚𝐫𝐧𝐢𝐧𝐠: 𝐡𝐚𝐫𝐬𝐡 𝐰𝐨𝐫𝐝, 𝐯𝐢𝐨𝐥𝐞𝐧𝐜𝐞, 𝐬𝐞𝐱𝐮𝐚𝐥 𝐜𝐨𝐧𝐭𝐞𝐧𝐭, 𝐦𝐞𝐧𝐭𝐚𝐥 𝐢𝐥𝐥𝐧𝐞𝐬𝐬, 𝐬𝐮𝐢𝐜𝐢𝐝𝐞.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu