JASRIMAN: Kutukan Jomblo

JASRIMAN: Kutukan Jomblo

  • WpView
    Reads 400
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 23, 2019
Jasriman ialah sesosok lelaki normal, namun ada yang aneh dengannya. Setiap kali ia ingin menikahi salah seorang kaum hawa, ada saja rintangan yang menghalanginya seakan-akan ada yang menyuruhnya untuk tetap menjomblo. Ia bingung, lantas dilakukanlah pencarian atas semua ini. Ia teringat satu hal, dahulu ada nenek tua yang mengutuknya menjadi jomblo selamanya. Ia hendak memutuskan kutukan itu. Apakah bisa? Benarkah semua ini karena kutukan nenek itu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rebuilding Love, One Flight at a Time (END)
  • ANUGERAH [End]
  • Kau Tidak Akan Pernah Bisa Lari Dariku.
  • Cinta Dua Dunia
  • Suck It and See (Complete)
  • The Destiny Of Us ( END ✅️ )
  • ARWAH MANTAN PACAR CALON SUAMI
  • Senja Tanpa Damai
  • untuk imamku ( End )
  • Boneka Tua Pembawa Kutukan

Luka di hatinya masih terasa segar setelah kegagalan pernikahan enam bulan lalu. Michelle, bersumpah untuk tidak lagi mempercayai cinta atau menjalin hubungan baru. Kegagalan tersebut mengarahkannya untuk fokus pada dirinya sendiri, melarikan diri ke negeri para penyair dan pemikir, berusaha menyembuhkan luka setelah mendapati bahwa tunangannya, yang meninggalkannya di hari pernikahan, menikah dengan sahabat kecilnya. Kehidupan yang memberinya kebebasan di negeri para penyair itu terganggu ketika orang tuanya memintanya pulang dengan alasan klasik, yang ternyata hanya bertujuan untuk memperkenalkan seorang pria baru yang mereka anggap cocok untuknya. Tetapi, alasan yang dianggapnya klasik itu justru menjadi titik awal pernikahan yang nyata, menjadikannya istri dari seorang pria yang sama sekali tidak pernah mendengar tentang dirinya. Namun, Omar Zaid Al Basyir, dengan sikap tenang dan pembawaan lembut, menawarkan sesuatu yang berbeda. Tidak ada paksaan, melainkan memberikan kesempatan bagi mereka untuk saling mengenal lebih dalam, membangun fondasi hubungan berdasarkan iman. Tetapi, Michelle dihadapkan pada ketakutan akan kegagalan dan ketidakpercayaan terhadap pernikahan. Perbedaan karakter, tekanan dari keluarga, dan gaya hidup yang saling bertolak belakang semakin memperumit situasi yang dihadapinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines