KONTRAVENSI HATI

KONTRAVENSI HATI

  • WpView
    Membaca 343
  • WpVote
    Vote 81
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Feb 27, 2019
Dari arah berlawanan, tiga orang kakak kelas melewatinya sambil tertawa. Salah satu diantaranya adalah orang yang sangat sering membuat hatinya berbunga dan kerap kali merasakan ada kupu-kupu yang terbang. Zihan terhuyung tepat ke arah laki-laki itu. Ini semua karena ulah para sahabatnya yang tidak tahu malu. Tapi, saat ini Zihan mengharapkan kejadian selanjutnya akan terjadi seperti dinovel yang biasa ia baca, dimana laki-laki itu akan menangkap tubuhnya atau bahkan membantunya berdiri. Tapi. Sial. Ini dunia nyata, bukan Novel! Ah tapi dia sudah tak tahan lagi untuk tidak mengatakan ini. Kesempatan tak datang dua kali. "Kak." Ketiga laki-laki itu berhenti dan menoleh, terutama laki-laki yang di pinggir kanan itu. "Kenapa?" Tanya yang ditengah "Gue suka sama lu kak, lu mau gak jadi pacar gue?" Kata zihan .... . . . . . . . . Di dalam hati
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#6
ramdan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • MELLIFLUOUS
  • Un Crush! [TERBIT]
  • Bad Girl vs Cold Ketos [Sudah Terbit]
  • KANARA [COMPLETED]
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • Lantas (END)
  • AYDEN ALFINO
  • Kelas A [End]
  • ZHARA NADENRA [END]✓ || Revisi

#1-wattpad (20 juli 2020) "Ezhar--lo mau gak jadi pacar gue." Menggunakan pengeras suara Sifa berbicara di tengah lapangan sekolah menghampiri Ezhar yang tengah bermain basket. "Lo gila?" Bisik Ezhar, tatapan nya sudah tajam pada Sifa. "Lo bukan tipe cowok yang bakalan mempermalukan cewek di depan semua orang kan?" "Iya, kecuali lo gue gak peduli semalu apapun lo." Tegas Ezhar sudah ingin bergerak ke pinggir lapangan. "Zhar." Lirih Sifa putus asa memegang lengan Ezhar. Ezhar menghela nafas, ia kalah saat melihat mata Sifa yang memohon padanya. "Gue terima." Dia berbicara menggunakan pengeras suara yang dipegang Sifa. Setelah itu Ezhar membawa Sifa ke pinggir lapang, dengan sorakan riuh semua siswa yang melihat kejadian tadi. Tidak peduli sekeras apapun perjuangan dan usahanya, dia masih sangat tak terbayang bahwa hidupnya begitu malang. Untuk melepaskan diri dari situasi buruk, dia sangat membutuhkan kesempatan besar dalam hidupnya. Ketika putus asa menghampiri, satu kata yang terbesit yaitu nekat. #Mencari jalan keluar dari semua kesulitan. #Desperate #terimakasih telah lahir di dunia ini.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan