Antara Hujan, Ice Krim, Dan Kamu

Antara Hujan, Ice Krim, Dan Kamu

  • WpView
    Reads 131
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 16, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Kalau hujan, walaupun dia terjun ke dasar tanah yang menyakitkan. Tetapi, dia kuat dan rasa sakit itu bisa terobati oleh pelangi. Walaupun sementara, tapi bisa membuat hati senang," "Kalau ice krim, selalu bisa membuat yang makan menjadi senang, dan bisa membuat candu. Tapi, bila terlalu candu nanti sakit gigi" Jelas wanita itu. "Hubungan nya sama aku apa?" Tanyanya kembali ditambah kernyitan di dahi tanda tak paham. "Hubungannya sama kamu itu, kalau hujan, kalian sama-sama kuat dalam menghadapi rintangan, walaupun menyakitkan tapi kamu tetap semangat. Karna ada aku yang masih bisa membuat kamu tersenyum, walaupun sementara" Ungkapnya dengan seulas senyuman yang terlihat dipaksakan. "Dan kalau hubungannya kamu sama es krim itu, sama-sama slalu bisa membuat aku senang dan bahagia, walaupun pada akhirnya aku slalu merasakan rasa sakit tanpa aku sadari" ~~~
All Rights Reserved
#8
brayen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AL AL GANG [Complicated]
  • Impossible
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍
  • Rainbow In The Rain
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • SAH! [SUDAH DITERBITKAN]
  • Still With You
  • Not Me & Not Mine

Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.

More details
WpActionLinkContent Guidelines