Menua Bersama

Menua Bersama

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 6, 2019
sebuah cerita tentang bagaimana insan manusia mensyukuri alam semesta. Karena senja hadir membawa takdir dan kisahnya sendiri.
All Rights Reserved
#683
hujan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masa Remaja si Penikmat Senja
  • Langit.
  • Surya Dikala Senja
  • Seperti Senja [COMPLETED]
  • Senja Setelah Hujan Desember
  • Hujan di Kala Senja
  • For Sunrise [COMPLETED]
  • Sore, Senja, dan Hujan
  • Bagaskara (Tamat)

(FOLLOW DULU SEBELUM BACA) Apakah kamu percaya bahwa setiap impian akan terwujud? Bagaimana jika hal itu dipatahkan oleh sang penjahat tak terduga? Apakah kamu akan menyerah? Apakah kamu akan membiarkan mimpi dan asa itu mengambang begitu saja tanpa menemukan dermaga untuk berlabuh? "Ngapain lo disini? Jangan ganggu gue!" Nayra Senja Dikara, gadis 15 tahun yang baru saja akan menempuh dunia putih abu-abu. Khayalannya begitu indah tentang masa-masa itu. Dia berharap masa putih abu-abunya akan seindah khayalannya. Hujan dan senja, dua hal yang bisa menggambarkan seorang Nayra. Dia amat menyukai hujan dan juga penikmat keindahan senja. Dia mengira masa remajanya akan berjalan mulus. Tapi ternyata tidak, ada banyak bebatuan yang menghadang jalannya. "DASAR NGGAK TAU DIRI!!" "Hah? Apa? Nggak tau diri? Lo bilang gue nggak tau diri? Nggak salah lo?" Akankah masa putih abu-abu Nayra seindah khayalannya? Seperti apa saja rupa bebatuan yang akan menghadang jalannya? Ini hanya cerita tentang seorang gadis penikmat senja dan masa remajanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines