Story cover for Hujan by riskakurnia483
Hujan
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jan 18, 2019
Hujan seringkali turun dengan membawa pesan rindu. Dinginnya angin berhembus menyapa hati dengan segenap kenangan di balik hujan.
Kini Aku mengenalinya bersama Aku mengenali Firman-Mu.
Hujanku punya cerita, bersama kawan terlontar senyum dan tawa lepas membersamai kami di saat itu. Hati tenang, damai, sejenak melupakan lelahnya berjuang menimba ilmu. 

Datangnya hujan bukan suatu musibah, namun keberkahanlah yang dibawanya. Hijrahku, kini meyakinkanku betapa indahnya hujan disetiap rintiknya.
Hujan bukan suatu tanda alam bersedih sebab awan tak lagi terlihat cerah, dibaliknya tersembunyi rintik air yang jatuh dari langit dengan membawa keberkahan. 

Setiap kali hujan datang, saat itu pula mengukir kenangan manis di kala itu. Disetiap rintiknya yang jatuh menjadi saksi kerinduan dalam hati. Disetiap rintikanya tak hanya rindu membersamai dikala itu namun kumengerti bahwa disetiap rintikanya mempengaruhi kehidupan yang lainnya. Memberikan kehidupan yang mati, menjadi penyembuh diri alami, dan membawa keberkahan lainnya. 

Terkadang kita lupa bersama hujan ada do'a jika kau panjatkan takkan tertolak.
Yaa Rabb jika rindu itu wajar kutitipkan rinduku bersama turunnya hujan dalam do'a yang kupanjatkan. Rindu itu tak haram, namun dapat melalaikan hati. Sebab itu bila merasa rindu ucaplah "Maa fii qolbii ghairullah" ( Tiada di hatiku selain Allah )

Sebab hujan, kini Aku mengerti hujan badai akan usai dan reda. Begitu pula rindu yang datang akan hilang bersama secercah harapan kecil dengan do'a yang terpanjatkan mengangkasa di langit. Karna jarak jauh ada do'a yang mendekatkan, serta akan ada harapan bagai pelangi datang setelah hujan. 

Salam dingin dan rindu
Kurnia As-Syahidah 
Aku penikmat hujan
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Hujan to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Hujan Membaca Isyarat (Kumpulan Cerita Pendek Karya @elynna_arsr) by oreo_sundae
31 parts Ongoing
Dalam setiap tetes hujan, ada kisah yang gugur tanpa suara seperti rindu yang tak pernah sampai, atau luka yang tak ingin dikenang. Hujan Membaca Isyarat adalah ruang di mana kata-kata menjadi sisa embun yang jatuh perlahan ke hati pembaca. Judul ini tak sekadar metafora, melainkan kiasan dari bagaimana alam diam-diam memahami kegelisahan manusia, lebih peka dari siapa pun yang pernah berjanji tak akan pergi. Hujan bukan hanya peristiwa cuaca, melainkan simbol yang menghidupkan kembali percakapan yang tak selesai, janji-janji yang menguap, dan isyarat yang tak pernah dimengerti saat pertama kali datang. Dalam setiap cerita, terdapat lapisan emosi yang lembap, getir, namun indah seperti jalanan basah yang menyimpan jejak langkah seseorang yang tak kembali. Alasan mengapa Hujan Membaca Isyarat menjadi judul utama bukan sekadar karena hujan selalu romantis atau sendu, tapi karena ia setia datang tanpa harus diminta, lalu menyentuh tanpa pernah memeluk seperti kenangan dalam cerita-cerita ini. Isyarat adalah bahasa rahasia, tersembunyi di balik tatapan, jeda, dan diam. Maka saat hujan "membaca", ia bukan sekadar membasahi tanah, tetapi mengurai hal-hal yang tak sempat diucap. Dalam rintiknya yang tenang, ia seperti menggambar ulang percakapan yang nyaris hilang: antara ayah dan anak, kekasih yang lupa arah, sahabat yang menjauh, hingga diri sendiri yang tak pernah selesai dicintai. Di sinilah hujan menjadi peramal kesedihan, pembisik rahasia, dan saksi atas segala yang tak pernah tuntas. Sebab tak semua kisah harus lantang. Kadang, cukup satu isyarat dari langit dan kita tahu, ada hati yang masih bergetar dalam diam.
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] by AYA_MNK
29 parts Ongoing
🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT
You may also like
Slide 1 of 9
Kembalikanlah Dia (END) cover
Hujan Membaca Isyarat (Kumpulan Cerita Pendek Karya @elynna_arsr) cover
Tentang dia (END) cover
Tulang Rusuk Takkan Tertukar cover
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] cover
Hujan Dikeabadian  cover
Arkanza cover
SADRAH ✔️ (Part Lengkap) cover
BAHIRA EIMAN cover

Kembalikanlah Dia (END)

30 parts Complete

"Aku tak mengingatmu, yang aku tahu hanyalah aku harus membencimu, kamu dan duniamu."