Hujan
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 23, 2019
Hujan seringkali turun dengan membawa pesan rindu. Dinginnya angin berhembus menyapa hati dengan segenap kenangan di balik hujan. Kini Aku mengenalinya bersama Aku mengenali Firman-Mu. Hujanku punya cerita, bersama kawan terlontar senyum dan tawa lepas membersamai kami di saat itu. Hati tenang, damai, sejenak melupakan lelahnya berjuang menimba ilmu. Datangnya hujan bukan suatu musibah, namun keberkahanlah yang dibawanya. Hijrahku, kini meyakinkanku betapa indahnya hujan disetiap rintiknya. Hujan bukan suatu tanda alam bersedih sebab awan tak lagi terlihat cerah, dibaliknya tersembunyi rintik air yang jatuh dari langit dengan membawa keberkahan. Setiap kali hujan datang, saat itu pula mengukir kenangan manis di kala itu. Disetiap rintiknya yang jatuh menjadi saksi kerinduan dalam hati. Disetiap rintikanya tak hanya rindu membersamai dikala itu namun kumengerti bahwa disetiap rintikanya mempengaruhi kehidupan yang lainnya. Memberikan kehidupan yang mati, menjadi penyembuh diri alami, dan membawa keberkahan lainnya. Terkadang kita lupa bersama hujan ada do'a jika kau panjatkan takkan tertolak. Yaa Rabb jika rindu itu wajar kutitipkan rinduku bersama turunnya hujan dalam do'a yang kupanjatkan. Rindu itu tak haram, namun dapat melalaikan hati. Sebab itu bila merasa rindu ucaplah "Maa fii qolbii ghairullah" ( Tiada di hatiku selain Allah ) Sebab hujan, kini Aku mengerti hujan badai akan usai dan reda. Begitu pula rindu yang datang akan hilang bersama secercah harapan kecil dengan do'a yang terpanjatkan mengangkasa di langit. Karna jarak jauh ada do'a yang mendekatkan, serta akan ada harapan bagai pelangi datang setelah hujan. Salam dingin dan rindu Kurnia As-Syahidah Aku penikmat hujan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 31 Months for You (Revisi)
  • AKU
  • BAHIRA EIMAN
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)
  • Tulang Rusuk Takkan Tertukar
  • Hujan Dikeabadian
  • Arkanza
  • Tentang dia (END)

"Tidak semua cinta harus disuarakan. Tidak semua harap harus digenggam. Kadang, mencintai diam-diam adalah satu-satunya cara bertahan." Alia tidak pernah menyangka bahwa satu tatapan singkat di awal masa kuliahnya akan mengubah segalanya. Septian, lelaki dengan sorot mata tenang dan senyum yang jarang muncul, perlahan tumbuh menjadi pusat semesta kecil di dalam hatinya. Selama tiga puluh satu bulan, Alia menyimpan rasa itu sendiri. Dalam doa-doa sepertiga malam. Dalam senyum pura-pura. Dalam perasaan yang tak berani ia akui, bahkan pada dirinya sendiri. Namun ketika kedekatan itu mulai tumbuh, semesta justru menguji dengan luka lama, rasa minder, dan kenyataan bahwa tidak semua yang kita doakan bisa kita miliki. Ini adalah kisah tentang cinta diam-diam, perasaan yang tumbuh tanpa janji, dan perjuangan mencintai diri sendiri di tengah luka yang belum sembuh. Pelangi di Balik Hujan Rindu bukan sekadar romansa. Ia adalah perjalanan tentang harapan, kehilangan, dan keberanian untuk melepaskan... meski hati belum benar-benar rela.

More details
WpActionLinkContent Guidelines