We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Puing-Puing Neptunus

Puing-Puing Neptunus

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 20, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
"Andaikan, Neptunus tidak retak... Mungkin, saat ini aku sedang bersamanya. Menikmati purnama tanpa takut terjadi gerhana. Aish, semua ini karena neptunus... Dan sekarang? apa jadinya??? Aku harus bersusah payah mengumpulkan puing-puing retakannya." gerutu ara sembari mengumpulkan pecahan-pecahan kaca yang sudah tak berbentuk. Ara terus saja bergumam sendiri, bahkan tak sadar jika mengucapkan sumpah tak berguna. "Awas saja, kalau sampai neptunus kembali lagi dan meminta maaf... aku tidak akan memaafkannya. Demi balon yang apabila ditusuk bakal meletus, aku tak akan memaafkan neptunus" gadis itu memicingkan mata kanannya lantas berdiri dan melayangkan tubuhnya keatas kasur yang sudah melambai. Ia terlelap dalam lelah. Dan alam mimpi, mampu membawanya pergi dari neptunus. Tetapi hanya untuk sejenak, sebab ketika ia sadar dari mimpinya.... Ia akan kembali menggerutu dan memaki-maki neptunus. 《_》 "Kemana gadis itu? Katanya jam 7 pagi sudah keluar gerbang. sudah jam 8 juga... Dasar, karet Nasi goreng." Laki-laki itu terus saja memainkan handphonenya. Ia memutar-mutar handphonenya melawan arah jarum jam. Gadis yang ia tunggu benar-benar keterlaluan. "Benar kata pepatah, menunggu itu membosankan. Walaupun yang kutunggu orang yang sangaaaat spesial, tapi tetap saja... yang namanya menunggu itu membosankan !!!!!" tulis laki-laki itu dilayar whatsapp. Lantas ia menekan pilihan kirim.
All Rights Reserved
#64
neptunus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksa Amerta
  • Venus Dipelukan Neptunus [END]
  • DAKSA [END]
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
  • The Ducibella 【End】
  • COOL BOY VS BAD GIRL
  • 74/366
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • ECHA MY COLD ANGEL [END]
  • Excessive Obsession

"Kamu tahu, sejak kecil aku jatuh hati dengan laut. Laut seperti candu untukku. Tapi sejak kejadian itu, laut menjadi terlihat mengerikan dan penuh dengan misteri. Sehingga aku tidak lagi berani untuk menyelaminya terlalu dalam. Sama kayak kamu. Aku sudah (berhasil) jatuh hati denganmu, namun kini aku hanya bisa sampai di batas wajarku saja. Sebab kamu kembali menjadi misteri buatku." - Ashana Aruna. "Bagaimana jika yang dirindukan adalah orangnya? Bukan kenangannya?" - Aksara Rajendra. "Jika yang bisa kamu rindukan hanyalah seseorang tanpa kenangannya, maka sekarang 'kita' hanyalah fatamorgana yang tak kunjung usai. Sebab tanpa kenangan, 'kita' akan tetap menjadi asing." - Ashana Aruna. Aksara terdiam mendengar perkataan Aruna. Jauh di lubuk hatinya, ia merasa seperti merindukan seseorang. Tapi sayang, sampai sekarang ia masih tidak bisa mengingat siapa orang yang selalu dirindukannya itu. Kecelakaan kapal pesiar yang ia tumpangi setahun yang lalu, membuatnya hilang ingatan. Seperti manusia yang terlahir kembali. Ia berubah 360° bahkan melupakan tunangannya sendiri, Ashana Aruna. Aruna ikut terdiam. Hening beberapa saat. Berada di samping Jean masih terasa hangat seperti dulu. Untuk yang kesekian kalinya, Aruna tidak ingin egois. Ia tidak ingin memaksa Jean untuk mengingatnya, sebab ada perempuan lain yang sekarang juga tengah menanti kepulangan seorang Aksara Rajendra. "Sepertinya semesta memang tidak menginginkan epilog untuk prolog yang telah terjadi antara kita, aku pamit ya Jean." ucap Aruna tersenyum tulus.

More details
WpActionLinkContent Guidelines