Putasta : The Options

Putasta : The Options

  • WpView
    Membaca 53
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Agt 6, 2019
< Fantasy | Romance > Tanpa mengetahui keberadaan orang tuanya, Putri hanya hidup berdua dengan seekor kucing. Putri yang memiliki kekuatan unik tersebut jatuh cinta pada seorang lelaki yang ternyata tidak sesuai perkiraannya. Memiliki 2 sahabat yang selalu membantunya dalam keadaan apapun. Putri bersama kucingnya terus berusaha mencari keberadaan orang tuanya. Hanya dua yang ditinggalkan orang tuanya untuk Putri, kucing tersebut dan sebuah surat. Akankah Putri berlanjut mencari orang tuanya atau dia akan melanjutkan hidup dengan seorang lelaki yang dicintainya?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Blooming Baby
  • My Duchess / End
  • Baby Lele (On Going)
  • We Really Love You Papa!
  • Darolent Academy : Lost Darold Princess
  • PutRi ✔
  • Andai Dia Tahu
  • Guilty Pleasure [✔️]
  • (Not) Sugar Baby
  • My Posesif Brother

Pada kehidupan awalnya Liana merupakan gadis sebatang kara yang ditinggalkan oleh orang tuanya di depan panti asuhan. bukan kasih sayang yang sering dia dapatkan namun, kekerasan dari pengurus panti maupun temannya yang lain, membuat dia bertekad untuk keluar dari panti saat menginjak dewasa. Namun naas saat ia mencoba kabur dari panti di usianya yang berumur 17 tahun, ia malah pingsan.Keinginan untuk hidup lebih makmur malah membawanya kepada kehidupan yang suram dan bertambah suram karena sikapnya yang selalu sok jagoan Saat membuka matanya Liana berfikir dia diselamatkan oleh orang kaya dan mau menampungnya, namun ternyata dia bangun sebagai bocah kecil yang sedang diusir oleh pemilik toko karena ia menghalangi jalan sang pemilik toko. Tak terduga kehidupan kali ini membawanya kepada situasi yang aneh, namun cukup menyenangkan. "kau.... siniii" dengan wajahnya yang menggeram marah "kau boleh memanggilku ayah, kalo mau sih" wajah datarnya itu tidak bisa menyembunyikan pancaran cahaya matanya "aduuh, kau apakan lagi dia" dengan tergopoh gopoh ia jalan kearahku **** Bukan cerita terjemahan Ceritaku pribagi ***** Selamat membaca Bisa dibantu vote yaa terimakasih pstt mari kita saling menghargai karya masing-masing Enjoy it!!!!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan