"Jadi guru Bahasa Inggris, ya, Di?" celetuk Udik dari tempatnya, "Dirga mau ngajarin arti kata i love you pada Rafika tuh, Pak," lanjutnya.
"Bukan, Dik," balas Dirga, "gue mau jadi guru Sejarah aja, biar bisa ngajarin Rafika gimana perjuangan mendapatkan rasa cinta. Biar perjuangan gue gak sia-sia, entar ditulis dalam buku cetak, kan lumayan buat anak-anak kelas sepuluh nanti bisa belajar dari sejarah gue." Dirga tertawa puas dengan apa yang dia katakan.
***
Dirgantara, murid kelas XI IPS-2 SMA Cakrawala Jakarta yang semakin terkenal karena kelakuannya yang nakal, sering membuat masalah saat di sekolah. Bahkan, hukuman dan surat panggilan pun tak pernah membuat dia jera, malahan itu bagus karena dia ingin melihat apakah salah satu dari orang tuanya datang ke sekolah atau tidak. Selama ini Dirga memang kurang perhatian dari kedua orang tuanya yang sibuk dengan kerjaan masing-masing. Apakah Dirga akan selamanya bersikap seperti itu? Bagaimana cara Dirga menyelesaikan semua masalahnya? Semuanya akan terjawab di dalam cerita ini.
________________________________________________
* FOLLOW DULU SEBELUM BACA CERITANYA.
* BELUM DIREVISI SAMA SEKALI.
* JANGAN LUPA VOTE, KOMENTAR, DAN SHARE KE SEMUA TEMANMU.
* DITULIS ULANG KEMBALI DENGAN ALUR BERBEDA.
HARAP FOLLOW DULU SEBELUM BACA!
[Siapin tissue sebelum baca!]
"Denger Shania, gue nggak pernah mengharapkan pertunangan ini. Ngerti?!" ucap Bara dengan penuh penekanan.
Shania adalah sosok gadis cantik dengan hati lembut yang penuh kesabaran. Tetapi, tetap saja setiap orang pasti memiliki batas kesabarannya masing-masing. Shania bukanlah gadis yang beruntung karena memiliki kekayaan serta keinginannya yang selalu terpenuhi. Dia juga memiliki beban hidup yang sangat berat seperti manusia lainnya. Dia memiliki penyakit jantung.
Shania membiarkan air matanya yang mengalir. "Gue minta maaf kalo selama ini gue cuma ngerepotin lo dengan penyakit gue ini. Bara, gue janji nggak akan nyusahin lo lagi. Gue sayang sama lo. Beri gue kesempatan buat memperbaiki semuanya, gue bakal berusaha sekuat tenaga buat sembuh biar lo bisa nerima gue. Jadi, tolong tunggu sampe waktu itu tiba. Gue mohon.."
"Gue nggak peduli sama kesembuhan lo. Seandainya aja lo nggak pernah ada di kehidupan gue, pasti semua bakal baik-baik aja. Hahh miris, kenapa gue harus ditakdirin sama lo?" seru Bara.
Bara adalah teman masa kecil Shania. Gadis itu sangat menyukainya. Dulu Bara tidak pernah bersikap kasar padanya, namun kini keadaan sudah berubah. Dan apa sebenarnya alasan Bara melakukan itu?
Hingga kemudian Arkan datang di kehidupan Shania. Dia adalah sahabat Bara. Dia yang selalu menghibur Shania setiap kali gadis itu sedih.
"Jangan terlalu mengemis cinta, ingat kita itu punya harga diri. Dan cewek itu kodratnya dikejar, bukan mengejar!" ujar Arkan pada Shania.
Seiring berjalannya waktu, Shania mulai membenci Bara. Tapi bagaimana jika orang yang ia benci itulah yang justru menjadi malaikat penolongnya?
Lalu apa kabar dengan hati Arkan yang mulai menyukai Shania?
"Gue percaya. Gue terlahir untuk menikmati bahagia dan luka." #Shania.
[Terinspirasi dari drakor Extra Ordinary You. Pencinta Drakor pasti tahu wkwk.]