A G A N G
  • WpView
    LECTURES 23
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., juil. 2, 2020
Ini kisah tentang persahabatan dimana cinta mulai terlibat. Entah akan menghancurkan atau malah mempersatukan. Ini kisah mereka, kenangan yang mungkin tidak akan pernah mereka lupakan. Bahwa di suatu waktu, di masa SMA mereka pernah mengalami suka duka bersama. Ini kisah mereka, yang mungkin akan kau suka. A G A N G Book 1 ***** "Kamu hanya pecundang, yang hanya tahu membuat onar. " Nanda "Maaf, Ini memang salahku. Seharusnya aku tidak melakukan semua ini, aku telah membuat persahabatan kita hancur." _Fiya "Sudahlah, aku berterima kasih kepadamu, terima kasih karena telah menunjukkan betapa brengseknya dia." Nhunu. **** Ps. Sebagian dari cerita ini adalah kisah nyata yang ku angkat dari pengalaman selama SMA ku. Semoga kalian suka.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • BEDA DUNIA
  • You Are My Destiny
  • PANDANG PERTAMA
  • Tentang Kita
  • DEVIAN [END]
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • NYAMAN [Proses Revisi]

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu